Selamat Bertugas Walikota dan Wakil Walikota Serang Baru

Walikota Serang terpilih Syafrudin mencoba memakai pakaian dinas di kediamannya di Jalan Bhayangkara, Cipocokjaya, Selasa (4/12). Syafrudin dan Subadri dilantik sebagai Walikota dan Wakil Walikota Serang di Kawasan Banten Lama, Kecamatan Kasemen, Kota Serang hari ini.

SERANG – Walikota dan Wakil Walikota Serang terpilih Syafrudin-Subadri Ushuludin resmi dilantik Gubernur Banten Wahidin Halim di kawasan Banten Lama, Kecamatan Kasemen, Kota Serang hari ini (5/12). Pasangan yang memeroleh 108.998 suara pada Pilkada Kota Serang, Juni lalu, ini resmi memimpin Kota Serang.

Syafrudin-Subadri yang memiliki slogan ‘Aje Kendor’ ini bertarung dengan dua pasangan calon lain pada Pilkada Kota Serang, yakni Vera Nurlaela-Nurhasan dan Samsul Hidayat-Rohman. Pasangan yang diusung PAN, PKS, PPP, dan Hanura itu mendapatkan suara terbanyak. Meskipun begitu, perjuangan Syafrudin-Subadri tak hanya sampai pada hari pencoblosan saja. Pesaingnya yakni Vera-Nurhasan mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK). Namun, KPU Kota Serang menetapkan keduanya sebagai pasangan calon terpilih satu hari setelah MK menolak gugatan Vera-Nurhasan.

Menjadi seorang walikota memang menjadi impian Syafrudin. “Keinginan memang ada saat saya menjadi camat 2011 lalu,” ujar Syafrudin. Keinginan itu terlintas saat ia berjalan ke beberapa perkampungan dan melihat kondisi rumah tidak layak huni dan jalan yang rusak. Dengan berakhirnya periode Walikota Serang Tb Haerul Jaman dan Wakil Walikota Serang Sulhi maka ia memberanikan diri untuk meraih impiannya tersebut. “Saya punya niat serius dan melihat peluang besar karena tidak ada incumbent,” tuturnya.

Orang yang pertama kali diberitahunya mengenai keinginannya itu adalah Ketua MUI Kota Serang KH Mahmudi. Syafrudin akhirnya mendapatkan dukungan dari kiai dan ulama.

Untuk itu, mantan kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Serang ini berjanji tak akan mengecewakan masyarakat. Apalagi, banyak masyarakat yang berharap kepada dirinya dan Subadri untuk menjadikan Kota Serang lebih baik.

Syafrudin mengaku akan menjadi pemimpin yang dekat dengan masyarakat dan menyerap aspirasi langsung dari mereka. Di era kepemimpinannya dan Subadri, ia berharap masyarakat dapat memberikan sumbang saran dan tenaga dalam pembangunan Kota Serang.

Pria yang menjadi ASN sejak 1981 berharap dapat bekerja dengan baik sesuai dengan harapan masyarakat. “Banyak hal yang akan saya lakukan. Melanjutkan program baik yang sudah dilaksanakan walikota sebelumnya dan menuntaskan kekurangannya, seperti mengurangi angka pengangguran dan membangun infrastruktur,” tegas Syafrudin.

Istri Syafrudin, Ade Jumaiah berharap suami yang menikahinya tahun 1986 dapat menjadi pribadi yang lebih baik lagi. “Mudah-mudahan amanah dan peduli dengan masyarakat. Tidak boleh mementingkan kepentingan pribadinya,” tutur Ade.

Sebagai Ketua TP PKK Kota Serang ia juga ingin agar Kota Serang menjadi terbaik dibandingkan kabupaten kota lain di Banten. Untuk itu, ia juga tak segan terjun langsung ke masyarakat.

“Kalau PKK-nya bagus, walikotanya juga akan bagus,” ujarnya. Apalagi, apa yang dilakukan PKK tentu berhubungan dengan Pemkot Serang. Ade juga berpesan agar suaminya menjauhkan hal-hal negatif dan tidak melakukan korupsi.

SUBADRI

Sementara itu, Wakil Walikota Serang Subadri Ushuludin mengaku tak pernah terbayangkan menjadi wakil walikota. Bahkan, pada 2010 lalu, ia mengaku belum mempunyai niat menjadi politikus meskipun di tahun itu ia menjabat sebagai pengurus Partai Golkar Kecamatan Cipocokjaya.

Namun, berawal dari doa masyarakat dan keluarga besar, Subadri ingin berbuat yang terbaik bagi masyarakat. “Tahun 2010, ada keinginan untuk berbuat bagi masyarakat. Makanya saya menjadi pelayan masyarakat sebagai Karang Taruna dan PNPM,” tuturnya.

Tahun 2012 timbullah keinginan untuk menjadi wakil rakyat. Maka, 2014 ia memberanikan diri mencalonkan diri sebagai anggota DPRD Kota Serang. “Saya dikasihani warga Cipocokjaya karena kecil, walhasil terpilih,” tuturnya. Pada Pileg 2014 lalu, Subadri berhasil meraih suara terbanyak dan menduduki kursi sebagai Ketua DPRD Kota Serang sampai Januari 2018.

Di tengah masa belajarnya, ia semakin terdorong untuk berbuat yang terbaik bagi masyarakat. Untuk itu, ia memberanikan diri mencalonkan diri sebagai wakil walikota bersama Syafrudin. Ia bersyukur dipertemukan dengan Syafrudin. Setelah melalui tahapan dan perjalanan, bahkan pemecatan, dirinya yang bermodalkan keinginan dan doa masyarakat terpilih.

“Kami mengucapkan banyak terima kasih yang sedalam-dalamnya khususnya kepada masyarakat, alim ulama dan kiai yang sudah mempercayakan dan memberikan amanah di pundak kami,” tuturnya. Untuk itu, ia membutuhkan doa restu dan kebersamaan dalam membangun Kota Serang. Ia dan Syafrudin menitipkan diri agar tak ada jarak dengan masyarakat.

Tagline ‘Aje Kendor’ yang digunakan keduanya merupakan inisiatif yang tercetus secara spontan untuk mengajak masyarakat bersama-sama untuk tidak kendor memajukan Kota Serang. Saat kampanye, tagline itu menjadi sebuah ajakan kepada masyarakat untuk memilih mereka agar membangun dan membawa Kota Serang lebih baik. Kini setelah dilantik, masyarakat mempunyai hak untuk mengingatkan keduanya agar tidak kendor untuk meningkatkan Kota Serang.

Istri Subadri, Ana Mardiana berharap, suaminya dapat berbuat baik dan menjalankan amanah masyarakat. Ia juga berharap dapat terus mendampingi dan mendoakan suaminya sampai di akhir masa jabatan. Apalagi, suksesnya seorang suami diawali dari doa istri. (Rostinah/RBG)