Seleksi ASN 2019, Pemkot Cilegon Prioritaskan Guru dan Medis

0
319 views
Peserta seleksi calon aparatur sipil negara (ASN) mengikuti tes di aula Gedung Badiklat, Kabupaten Pandeglang, Minggu (28/10/2018).

CILEGON – Pemkot Cilegon telah mengajukan 300 kuota calon aparatur sipil negara (ASN) kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kementerian PAN-RB). Namun, penyelenggaraan seleksi calon ASN baru bisa dilakukan usai pelantikan presiden dan wakil presiden akhir Oktober nanti.

Kepala Bidang Pengadaan Pemberhentian Pembinaan dan Kesejahteraan Administrasi Umum pada Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Cilegon Budhi Mustika menjelaskan, pihaknya telah mengusulkan kuota calon ASN sejak Agustus lalu. Kebanyakan dari kuota tersebut masih untuk guru dan tenaga medis.

“Ada sekira 300 kuota yang diajukan pada pemerintah pusat. Sampai sekarang belum ada arahan selanjutnya seperti apa, kita pun masih menunggu informasi dari Menpan RB,” ujar Budhi, kemarin.

Berdasarkan informasi sementara, kuota calon ASN yang akan dibuka pada tahun ini hampir tidak berbeda dengan tahun sebelumnya. “Mungkin 70 persen masih untuk guru dan tenaga kesehatan,” jelasnya.

Ia berharap, pemerintah pusat melalui Kementerian PAN-RB dan BKN memberikan kuota formasi yang terbaik sehingga persoalan kekurangan pegawai di Pemkot Cilegon bisa segera teratasi.

Menurutnya, usulan calon ASN diajukan oleh Pemkot Cilegon karena saat ini Pemkot Cilegon mengalami kekurangan pegawai. Hal itu seiring dengan sejumlah pegawai yang telah memasuki masa pensiun. “Yang pensiun saja 131 posisi harus diisi. Tapi, penggantinya belum ada,” tuturnya.

Kepala BKPP Kota Cilegon Mahmudin menuturkan, Pemkota Cilegon tidak hanya mengajukan kuota calon ASN. Selain itu juga pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K). Namun, Kementerian PAN-RB belum bisa memberikan rincian jelas kuota untuk masing-masing daerah sebelum Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin dilantik. “Setelah pelantikan presiden, semuanya terang benderang,” ujar Mahmudin.

Kendati rincian kuota belum jelas, jadwal pendaftaran calon ASN akan dibuka pada Oktober tahun ini. Hal itu menurut Mahmudin sesuai dengan hasil Rapat Kerja Nasional (Rakornas) Kepegawaian serta surat dari Kementerian PAN-RB dan Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Menurutnya, berdasarkan surat tersebut, pendaftaran formasi calon ASN 2019 akan dibuka dari Oktober hingga akhir Desember. Untuk tes, akan dilakukan pada Februari 2020 mendatang. Terkait teknis pendaftaran serta informasi lain rencana penerimaan calon ASN itu, Mahmudin mengaku, belum bisa menjelaskan karena belum ada penjelasan dari Kementerian PAN-RB dan BKN. “Teknisnya kita tunggu arahan selanjutnya,” kata Mahmudin.

Ia melanjutkan, pada 2020 mendatang, selain tes formasi calon ASN 2019, juga akan dilakukan penerimaan calon ASN 2020. Rencananya proses itu akan dilakukan pada Juli mendatang.

“Artinya, pada tahun depan akan diselenggarakan proses penerimaan calon ASN sebanyak dua kali,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Kota Cilegon Hasbudin menuturkan, penambahan pegawai sangat diperlukan oleh Pemkot Cilegon seiring dengan banyaknya para pegawai yang pensiun. Kondisi tersebut berdampak secara langsung pada kondisi kepegawaian secara teknis.

“Karena yang di atasnya pensiun, otomatis yang pegawai di bawah naik jabatan sehingga posisi bawah ini alami kekosongan,” ujarnya.

Ia berharap, formasi yang telah diusulkan oleh BKPP telah memenuhi kebutuhan pegawai yang saat ini sedang alami kekosongan. Politikus PAN itu mewanti-wanti jangan sampai usai mendapatkan tambahan pegawai, penempatan tidak sesuai dengan kebutuhan kerja.  (bam-ibm/ira)