NGECEK : Ade mengecek jendela depan rumahnya usai di bobol maling di Kampung Cimeunti Desa Kadubereum, Kecamatan Padarincang, Kamis (3/1).

SERANG – Sebanyak tiga rumah warga di Kampung Cimeunti dan Cisitu, Desa Kadubereum, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang, dibobol maling, Kamis (3/1) dinihari. Diduga kawanan maling itu berasal dari satu komplotan yang sama.

Informasi diperoleh, pencuri kali pertama menyatroni kediaman Saefudin di Kampung Cisitu. Usai dari kediaman Saefudin, pencuri menyasar rumah milik Nahrawi di Kampung Cimeunti. Pencuri yang diperkirakan lebih dari dua orang itu membawa tas berisi uang sebesar Rp5 juta.

Sukses membobol kediaman Nahrawi, kawanan maling menyatroni rumah milik Ade. Pelaku masuk ke rumah setelah mencongkel jendela depan rumah. Namun, suara gaduh pelaku membuat tetangga Nahrawi itu terbangun.

“Pas saya keluar kamar, maling sudah di depan kamar. Langsung berhadapan muka dengan saya. ‘Eh kamu ngalunjak (melunjak-red) masuk rumah saya. Dipaehan dia ku aing (Saya bunuh kamu-red),” tutur Ade kepada Radar Banten, Kamis (3/1).

Usai mengancam pelaku, Ade masuk kembali ke kamar untuk mengambil sebilah golok dari dalam lemari. Nyali pelaku menciut. Pelaku memilih kabur dari rumah milik salah staf Sekretariat DRPD Provinsi Banten itu. “Saya langsung kejar, malingnya sudah keluar dulu, melompat keluar rumah,” tutur Ade.

Suara korban membuat anggota keluarga lainnya terbangun. Anggota keluarga korban sempat panik dan khawatir melihat Ade keluar kamar mengejar maling dengan membawa golok.

“Anak istri saya ketakutan, pas saya bawa golok ngejar maling. Takutnya masih ada temannya (maling-red), lalu nekat membacok saya dari belakang,” kata Ade.

Ade akhirnya memutuskan tidak mengejar maling hingga keluar rumah lantaran keluarganya khawatir hingga menangis. “Maling panik, sampai terluka tersangkut jendela. Tuh darahnya masih banyak di sini,” kata Ade.

Sebelum masuk melalui jendela depan, pelaku berusaha masuk ke dalam rumah melalui jendela samping. Tetapi, usaha pelaku gagal lantaran jendela terpasang teralis besi. “Ini gorden dalamnya juga dilepas sama dia (maling-red),” tutur Ade.

Ade menduga pelaku yang diperkirakan berjumlah lebih dari dua orang itu juga membobol dua rumah milik warga lainnya. Soalnya, ciri-ciri pelaku memiliki kesamaan.

“Kebetulan rumah adik saya, Nahrawi, juga disatroni. Maling bawa tas isi uang kurang lebih Rp5 juta. Tasnya ditemukan di pinggir rumah. Kalau rumah Safrudin, saya tidak tahu apa yang kena,” jelas Ade.

Usai peristiwa itu, Ade melaporkan kasus tersebut ke Mapolsek Pabuaran. Polisi telah mendatangi lokasi kejadian dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). “Saya langsung telepon polisi dan langsung datang ke sini,” kata Ade.

Kapolsek Pabuaran Ajun Komisaris Polisi (AKP) Yudha Hermawan mengakui telah terjadi pencurian di tiga rumah milik warga. Saat ini, polisi masih menyelidiki kasus pencurian tersebut. “Betul ada, sekarang kami sedang selidiki,” singkat Yudha. (Adi/nda/ira)