Semarak Malam di RW 02 Panangkalan

0
250 views

GUNUNGSARI – Dibandingkan siang hari, suanasa RW 02, Kampung Panangkalan, Desa Kaduagung, Kecamatan Gunungsari, ketika malam hari jauh lebih semarak. Senin malam (2/11) misalnya, warga, terutama remaja putri, berlatih memainkan rebana di bawah gemerlap lampu di spot foto di pinggir jalan.

Tak sia-sia tim peliputan Radar Banten mengunjungi RW 02. Seolah menjawab rasa penasaran dengan apa yang dikatakan salah satu pemuda setempat, Wili Purnomo, kalau kampungnya sekarang jauh lebih indah saat malam hari. Tak hanya gadis remaja, bapak-bapak dan pemudanya pun gotong royong mengecat jalan.

Dijelaskan Wili bahwa proses penataan di kampungnya lebih banyak dilakukan pada malam hari, lantaran warga sibuk bekerja jika siang. Biasanya, gotong royong warga dimulai setelah waktu salat isya hingga tengah malam, bahkan subuh. “Kan biar sekalian meronda,” jelasnya.

Kata Wili, kampungnya yang berlokasi di pinggir sebelah kanan Jalan Raya Gunungsari-Anyar ini telah dihias. Sebagian besar hiasan menggunakan bambu. Mulai dari terowongan di jalan paving block hingga hiasan di taman bunga. Jalanan di RW 02 juga telah dilengkapi pagar. Juga dari bambu.

“Kebetulan di sini mah banyak pohon bambu,” ungkapnya.

Setiap malam, para gadis remaja latihan rebana. Mereka melakukan persiapan acara penyambutan tim juri pada penilaian tahap pertama Lomba Kampung Bersih dan Aman (LKBA).

“Latihan lagu selamat datang dan koreografi gerakan juga kita persiapkan,” katanya.

Wili menjelaskan, persiapan kampungnya menghadapi penilaian LKBA telah dimatangkan, meski jadwal penilaian tidak diumumkan oleh pihak panitia lomba. “Kami tidak akan membuat kerumunan kok (saat penyambutan tim juri-red), hanya tim rebana aja yang nyambut,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua RT 01 RW 02 Rahmat menambahkan, kegiatan gotong royong di kampungnya sudah dimulai sejak September lalu. Warga bahu-membahu, siang dan malam, menata kampung. Ada yang mengambil batang bambu dari kebun, mengecat dan memasang pagar, serta menanam bunga dan membuat spot foto di taman.

”Sekarang tinggal pengecatan membuat gambar tiga dimensi di jalan,” ungkapnya.

Rahmat menjelaskan jika masih ada target penataan yang belum selesai. Yakni, membuat kebun mini untuk apotek hidup. Serta, mengecat pos ronda dan melengkapi alat keamanannya.

”Kalau SK (syrat keputusan dari kepala desa-red) kelompok sadar hukum dan sadar lingkungan mah lagi proses,” ujarnya.

Rahmat mengaku, warga dan pemuda di kampungnya sangat antusias pada LKBA. Ia optimistis bisa meraih nominasi juara lantaran kekompakan dan partisipasi warganya sangat besar.

”Yakinlah bisa juara satu,” pungkas Rahmat. (mg06/don)