Semarakkan Hari Jadi Lebak, Pemkab Gelar Perlombaan Olahraga Tradisional

LEBAK – Pemkab Lebak menggelar perlombaan olahraga tradisional yang diikuti oleh organisasi perangkat daerah (OPD), pelajar dan umum di Alun-alun Rangkasbitung, Rabu (11/12). Selain dalam rangka memeriahkan Hari Jadi ke 191, kegiatan itu juga bertujuan untuk menghidupkan kembali olahraga tradisional yang sudah mulai ditinggalkan masyarakat.

Adapun permainan tradisional yang dipertandingkan yakni, olahraga mengadang atau gobag sodor, egrang dan terumpah panjang (bakiak).

Kepala Dinas Pemuda Olahraga (Dispora) Kabupaten Lebak Uus Sutisna menerangkan, perlombaan olahraga tradisional ini bukan hanya diikuti oleh OPD di lingkungan Pemkab, tetapi juga diikuti oleh para pelajar dan umum. Tujuannya, sebagai bagian dari upaya pelestarian olahraga turun temurun yang kini mulai hilang dan ditinggalkan oleh generasi muda saat ini.

“Ada tiga cabang olahraga tradisional yang dipertandingkan dan diikuti oleh sebelas OPD, 17 sekolah dan sepuluh umum. Melalui perlombaan ini diharapkan dapat melestarikan permainan tradisional yang dulu dilakukan banyak orang,” kata Uus.

Uus mengklaim, olahraga tradisional itu sarat pesan moral dan kebersamaan. Salah satu contohnya, adalah permainan gobak sodor. Permainan ini mengutamakan kekompakan dan kerja sama tim untuk memenangi pertandingan. “Ternyata banyak yang sudah tidak hapal akan permainan tradisional ini. Karena itu sangat tepat untuk dihidupkan kembali,” ucapnya.

Dia optimistis olahraga tradisional di Kabupaten Lebak dapat dihidupkan kembali. “Ini juga bagian dari program untuk menunjang visi Bupati yang menjadikan Lebak sebagai destinasi wisata nasional berbasis potensi lokal. Ke depan, olahraga ini tidak hanya dilakukan pada waktu HUT saja. Akan tetapi, dilakukan setiap pekan,” kata mantan Kepala Dinas Kebersihan Kabupaten Lebak ini.

Ketua Panitia Hari Jadi Kabupaten Lebak Imam Rismahayadini, perlombaan olahraga tradisional itu sebagai salah satu cara untuk melestarikan permainan tradisional. Oleh karena, permainan itu kini sudah mulai ditinggalkan masyarakat. “Tentunya, pemenang dalam perlombaan ini juga akan diberikan hadiah,” katanya.

Imam menegaskan, dalam perlombaan itu tidak sepenuhnya mencari pemenang. akan tetapi, sebagai ajang refreshing. (nce/zis)