Sembilan Kecamatan di Kabupaten Serang Terendam

0
181
Petugas BPBD dibantu anggota TNI mengevakuasi warga terdampak banjir menggunakan perahu di Desa Ketos, Kecamatan Kibin, Sabtu (1/2).

SERANG – Hujan deras yang melanda wilayah Kabupaten Serang selama empat jam pada Sabtu (1/2), sejak pukul 03.00 WIB, menyebabkan permukiman di 32 desa dari sembilan kecamatan terendam. Ketinggian air mencapai 80 sentimeter. Penyebabnya, Sungai Ciujung meluap, selain tidak berfungsinya saluran drainase dan tanggul jebol.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang, sembilan kecamatan yang tergenang itu meliputi Kecamatan Ciruas, Kibin, Kragilan, Tanara, Carenang, Tirtayasa, Binuang, Lebakwangi, dan Kecamatan Pontang.

Kepala BPBD Kabupaten Serang Nana Sukmana mengatakan, pihaknya sudah melakukan penanganan di beberapa lokasi permukiman yang terendam banjir. Selain melakukan asesmen, pihaknya juga memberikan bantuan logisitik kepada warga yang menjadi korban banjir.

“Ada 32 desa di sembilan kecamatan yang terdampak banjir,” ungkapnya.

Untuk menangani genangan air, pihaknya menurunkan mesin penyedot air, selain memperbaiki tanggul yang rusak di wilayah Kecamatan Kibin dan Tanara. “Kita juga sudah membuat posko di Kecamatan Kibin,” ujarnya.

Berdasarkan informasi yang diterima Nana, kesembilan wilayah kecamatan terendam banjir akibat luapan air Sungai Ciujung, selain banyak saluran drainase di beberapa wilayah tidak berfungsi. “Ada juga yang tanggul irigasinya rusak karena tak kuat menahan air,” tandasnya.

Informasi yang diterima Radar Banten, saat ini air di beberapa wilayah yang terdampak banjir sudah mulai surut.

Sementara itu, salah seorang warga Desa Lempuyang, Kecamatan Tanara, Farid mengatakan, banjir di desanya disebabkan jebolnya tanggul irigasi sehingga air meluap dan menggenangi permukiman. Katanya, rumah warga yang tergenang di wilayahnya mencapai ratusan.

“Tanggulnya jebol karena enggak kuat menahan air yang besar. Sekarang tanggulnya sedang diperbaiki,” ujarnya. (jek/zai/ira)