Sembilan Tokoh Optimistis Direstui Gerindra

Ilustrasi

CILEGON – Sembilan tokoh di Kota Cilegon bersaing memperebutkan restu Partai Gerindra untuk maju pada Pilkada Kota Cilegon tahun 2020. Mereka optimistis partai besutan Prabowo Subianto itu akan merestuinya.

Sembilan tokoh yang mendaftar di Gerindra, yaitu Reno Yanuar, Helldy Agustian, Ratu Ati Marliati, Awab, Malim Hander Joni, Faturohman, Evi Silvi, Fathurohmi, Iye Iman Rohiman, dan Erick Rebiin. Dua di antaranya, Iye Iman Rohiman dan Erick Rebiin, mendaftar untuk kursi bakal calon wakil walikota Cilegon.

Ketua Desk Pilkada Kota Cilegon Partai Gerindra Sadeli menjelaskan, pihaknya menutup proses penjaringan bakal calon walikota dan wakil walikota Cilegon pada 15 November 2019 lalu. Selanjutnya, proses penjaringan akan dilakukan oleh pengurus Gerindra Provinsi Banten sebelum diusulkan ke DPP Partai Gerindra. “Tugas kita sudah selesai, nanti pengurus provinsi akan ada tahapan-tahapan selanjutnya,” papar Sadeli saat dikonfirmasi, Minggu (17/11).

Erick Rebiin mengaku optimitis. Keputusan untuk bersaing di perebutan restu bakal calon wakil walikota setelah melalui beberapa pertimbangan. “Dengan pertimbangan dan kajian saya dan tim serta saran para kiyai dan tokoh, kami sepakat pada posisi wakil walikota,” ujar Erick via telepon seluler.

Politikus Partai NasDem itu mengaku, menyadari kondisi di Kota Cilegon. Kemudian, dengan adanya saran dari beberapa rekan di DPP, ia mengaku mantap untuk menggaet restu di bakal calon wakil walikota.

Iye Iman Rohiman membenarkan jika ia bersaing di bakal calon wakil walikota pada proses penjaringan Partai Gerindra. Politikus senior asal Ciwandan itu mengaku, tidak mempunyai pertimbangan khusus atas keputusannya tersebut. Menurutnya hal itu semata-mata karena ia tidak berambisi pada satu posisi.

“Enggak ada tendesi apa pun baik walikota maupun wakil walikota. Buat Pa Haji (Iye menyebut dirinya-red) yang penting punya kontribusi untuk membangun Kota Cilegon,” ujar politikus yang akrab disapa Haji Iye tersebut.

Ditemui sebelum mengembalikan formulir ke Gerindra, Ratu Ati Marliati mengaku optimistis bisa mendapatkan dukungan dari partai dengan logo kepala Garuda tersebut.

Kata Ati, optimismenya itu karena selama ini Partai Golkar dan Partai Gerindra sudah beberapa kali berkoalisi. Hingga kini, Gerindra tetap punya spirit yang sama dengan Golkar dalam membangun Kota Cilegon. “Mudah-mudahan dengan saya mendaftar di Partai Gerindra ini saya bisa diberikan rekomendasi. Harapan kami bisa berjalan bersama-sama,” tuturnya.

Hal senada pun diutarakan oleh tim pemenangan PDIP Tb Amri Wardhana. Ia optimistis Partai Gerindra mau memberikan rekomendasi kepada Reno Yanuar yang selama ini didorong oleh PDIP untuk maju di Pilkada Kota Cilegon. “Komunikasi tidak hanya kita lakukan sebatas pada penjaringan saja, tapi juga dengan pengurus Gerindra Provinsi Banten hingga DPP,” tuturnya.

Pada kesempatan lain, Helldy Agustian menuturkan, Partai Berkarya dan Partai Gerindra mempunyai sejarah politik bersama-sama pada kontestasi pilpres lalu.

Ia beharap, hal itu pun bisa terjadi pada pilkada Kota Cilegon. “Kita berharap hal itu bisa dilanjutkan, Gerindra dan Berkarya berjalan bersama, beriringan membangun Kota Cilegon,” paparnya.

Sebelumnya, Sekretaris Desk Pilkada DPD Gerindra Provinsi Banten Tati Nurcahyana mengatakan, tahapan pendaftaran bakal calon kepala daerah atau wakil kepala daerah Partai Gerindra sudah ditutup pada Jumat (15/11), pukul 18.00 WIB. “Ada 57 tokoh yang telah mendaftarkan diri dari 60 orang yang mengambil formulir ke panitia. Sementara ada tiga orang tidak mengembalikan formulir,” kata Tati.

Untuk tiga orang yang tidak mengembalikan formulir, lanjut Tati, sudah tidak bisa lagi mendaftar di Partai Gerindra. “Kita sudah tentukan waktunya dan masa pendaftaran sudah berakhir,” ungkapnya.

Anggota DPRD Banten itu menambahkan, masa pendaftaran merupakan tahap awal penjaringan bakal calon kepala daerah atau wakil kepala daerah. “Tahapan selanjutnya adalah verifikasi berkas. Mereka yang memenuhi persyaratan berhak mengikuti tahapan selanjutnya, yaitu wawancara dan dialog publik. Untuk waktu pelaksanaannya, akan diputuskan melalui rapat secara internal partai,” ujarnya.

Terkait berkas para pendaftar yang belum lengkap, Tati mengaku, panitia penjaringan memberikan waktu untuk para tokoh melengkapinya hingga Senin (18/11). Misalnya, ada pendaftar yang belum menyertakan visi dan misi saat mengembalikan formulir. Namun bagi tokoh yang mengembalikan formulir pendaftarannya diwakilkan, panitia memberikan catatan. “Tentu ada catatan khusus untuk para pendaftar yang tidak datang langsung atau diwakilkan,” tegasnya. (bam/aas/ira)