Amsah, istri almarhum Herman, menangis tak kuasa menahan kesedihan.

LEBAK – Sembilan warga Kecamatan Cikulur, Lebak, korban Kapal Motor Nelayan (KMN) Lang 01 yang tenggelam di muara Sungai Digoel, Papua, pada Kamis (24/1) lalu. Satu orang korban telah dipulangkan dan dimakamkan. Sedangkan delapan lainnya masih hilang.

Yang sudah ditemukan atas nama Herman, warga Cikondang Pasir, Kecamatan Cikulur. Sementara delapan korban kapal tenggelam yang berasal dari Desa Sukadaya dan Sumurbandung belum ditemukan. Mereka adalah Arifudin, Abu Bakar, Jai, Sulem, Mulyono, Hasanudin, Siddik, Herman, dan Kamdan.

Amsah, istri Herman, mengatakan, suaminya sudah empat tahun bekerja sebagai nelayan di KMN Lang 01. Terakhir kali Herman pulang ke Cikulur pada bulan Juli 2018 atau pada Idul Fitri. Setelah itu, dia berangkat kembali ke Papua. Pada Senin (28/1), Herman pulang dalam kondisi tidak bernyawa. Dia meninggalkan empat orang anak.

“Tidak ada firasat apapun ketika kecelakaan laut itu terjadi. Karena itu, saya kaget ketika mendengar kabar suami saya mengalami kecelakaan setelah kapal yang ditumpanginya dihantam ombak besar,” kata Amsah di rumahnya, kemarin.

Jenazah Herman ditemukan bersama ABK lain tidak jauh dari lokasi tenggelam pada Sabtu (26/1) lalu. Kondisi jenazah masih utuh. Namun, beberapa bagian tubuh mengalami pembengkakan. Jenazah kemudian dibawa ke Jakarta dan dijemput keluarga di bandara internasional Soekarno –Hatta, Jakarta.

“Pada malam Selasa jenazah tiba di Cikondang Pasir dan langsung dibawa ke musala untuk disalatkan. Selanjutnya, suami saya dimakamkan di belakang rumah,” terangnya. (Mastur/Aas)

BACA selengkapnya di koran Radar Banten atau versi digital di epaper.radarbanten.co.id. Saksikan juga di Banten Raya TV pada program SELAMAT PAGI BANTEN (07.00 WIB), BANTEN SIANG (13.00 WIB), BANTEN PETANG (17.00 WIB) dan BANTEN MALAM (21.00 WIB) di channel 50 UHF/702 MHz, atau melalui streaming www.barayatv.com/live.