Pengedar sabu berinisial Y saat diperiksa di Polda Banten.

SERANG – Direktorat Reserse Narkoba Polda Banten kembali membekuk pengedar narkoba berinisial Y dari kediamannya di Karangantu, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Kamis (11/2/2016) pagi.

Y, target operasi (TO) Direktorat Reserse Narkoba Polda Banten, terkenal licin. Ia sering keluar masuk wilayah Polda Banten untuk menghindari kejaran petugas. Melalui perangkat teknologi, keberadaan Y berhasil dilacak. Dia pernah bersembunyi wilayah Banten Selatan.

Ketika digerebek di kediamannya, tadi pagi, petugas hampir terkecoh karena istri pelaku mengatakan Y tidak berada di rumah. Salah satu kamar yang terkunci rapat membuat kecurigaan petugas makin kuat. Benar saja, Y berada di kamar.

Untuk menghilangkan barang bukti berupa sabu, Y memecah paket-paket kecil sabu dan menaruhnya di tempat-tempat tersembunyi di dalam rumah dan mobil. “Macam-macam. Ada yang ditaruh di bawah meja, ada yang di balik dinding dan di mobil,” ujar seorang anggota Direktorat Reserse Narkoba Polda Banten di Mapolda Banten, Kamis (11/2/2016).

Pelaku sempat menolak ketika akan diamankan petugas. Pelaku yang sehari-hari mengaku sebagai pengusaha padi tersebut mengelak tidak mengkonsumsi dan mengedarkan barang haram tersebut.

Dari tangan tersangka, petugas mengamankan barang bukti berupa timbangan, satu bundel alumunium foil, alat hisap (bong), dua paket sabu, dan satu kardus kecil yang diduga digunakan untuk menyimpan sabu seberat 100 gram.

Kepada petugas, Y mengaku mendapatkan sabu dari salah seorang bandar yang tidak ia kenal. Tiap kali transaksi, Y mendapat telepon dari nomor pribadi penyuplai sabu. “Saya dapat dari orang yang tidak dikenal. Biasanya saya ditelepon, teleponnya pakai privat number (nomor pribadi). Biasanya saya ditelepon dan janjian ambil barangnya. Lokasinya dia yang tentukan,” ujar Y yang mengaku baru beberapa bulan mengkonsumsi narkoba.

Tiap kali membeli sabu, uang pembayaran selalu Y simpan dalam bungkus rokok dan ditempatkan ke lokasi yang sudah disepakati. “Nggak ketemu orangnya. Uangnya saya masukin ke dalam bungkus rokok,” katanya.

Kasubdit II Direktorat Reserse Narkoba Polda Banten AKBP Irwansyah menyatakan, Y merupakan target operasi dalam Operasi Anti-Narkotika (Antik) Kalimaya 2016. “Kita masih dalami. Yang jelas sudah ada setahun ini menjadi target operasi. Pelaku sempat ke Jakarta, Serang, dan Lebak untuk menghindari kejaran petugas.”

Sebelumnya, Y juga pernah diamankan oleh pihak Polres Serang. Namun petugas tak mendapatkan barang bukti. Tes urine terhadap pelaku juga negatif mengkonsumsi narkoba. Akibat aksinya, pelaku terancam dijerat Pasal 114 dan 112 Undang Undang Nomor 35 Tahun 2009. Pelaku dapat diancam penjara di atas lima tahun. (Wahyudin)