Semester Pertama, Penjualan Roda Empat Turun

Kepala Cabang Tunas Daihatsu Cilegon Dedi Marantina memperlihatkan Grand New Xenia. Tunas Daihatsu Cilegon pada Sabtu (18/5) akan menggelar touring.

SERANG – Pada semester pertama tahun 2019  penjualan kendaraan di Banten turun dibandingkan periode yang sama pada 2018. Salah satu faktornya daya beli masyarakat yang turun.

Daru Harti, kordinator diler Mitsubishi di Banten mengungkapkan, semester pertama ini penjualan Mitsubishi di Banten turun 15 persen hingga 20 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. “Semester ini penjualan turun,” kata wanita kelahiran 8 Maret ini kepada Radar Banten, kemarin.

Selain daya beli turun, lanjut dia, juga terpengaruh kenaikan harga kendaraan pada awal tahun dan kenaikan pajak kendaraan pada Maret lalu. “Selain itu, kondisi politik juga memberikan pengaruh karena dana dialihkan ke kampanye,” tuturnya.

Kondisi yang sama disampaikan Kepala Cabang Tunas Daihatsu Cilegon Dedi Marantina.  Penjualan turun hingga 12 persen dibandingkan tahun lalu karena daya beli masyarakat. “Saat ini, rata-rata penjualan mencapai 100 unit per bulan. Pada tahun lalu, penjualan sekitar 112 unit lebih per bulan,” katanya.

Sementara itu, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat penjualan mobil murah ramah lingkungan (LCGC) tercatat melandai pada bulan Mei lalu. Gaikindo  mencatat penjualan LCGC pada Mei 2019 mencapai 18.271. Angka tersebut turun 16,88 persen jika dibandingkan dengan Mei 2018, sebanyak 21.982.

’’Total market turun. Indikasinya karena daya beli turun,’’ ujar Direktur Marketing dan Aftersales PT Honda Prospect Motor (HPM) Jonfis Fandy di sela-sela Honda Brio Saturday Night Challenge di Jakarta Sabtu (22/6).

Sekertaris Umum Gaikindo Kukuh Kumara memperkirakan bahwa industri otomotif masih tumbuh dengan target penjualan 1,1 juta unit atau tidak berbeda jauh jika dibandingkan dengan capaian 2018, yaitu 1,15 juta unit. Pembangunan infrastruktur jalan dari barat hingga timur Indonesia menjadi salah satu pendorong pertumbuhan industri. ’’Dengan pembangunan yang merata, diharapkan menyebabkan aktivitas ekonomi di daerah menggeliat sehingga daya beli meningkat,’’ harapnya.

Sampai Mei, penjualan mobil terbanyak masih dipegang Toyota dengan jumlah 29.280 unit. Kemudian, di posisi kedua Daihatsu sebesar 14.178 unit atau turun 20 persen jika dibandingkan dengan penjualan tahun lalu. Peringkat ketiga diduduki Mitsubishi sebanyak 11.761 yang juga turun 30,6 persen jika dibandingkan dengan Mei 2018 sebanyak 16.967.

Selanjutnya, penjualan Honda pada Mei mencapai 11.048 atau turun 22,8 persen secara tahunan. Kemudian, sales Suzuki sebanyak 8.775 unit atau turun 30,1 persen jika dibandingkan dengan tahun lalu pada periode yang sama. Sementara itu, pada kelompok lain, penjualan tercatat 6.211 unit atau turun 19,4 persen. (skn/jpg/aas)