Mediasi antara sopir dan manajemen PT AWN

CILEGON – Mediasi antara puluhan sopir truk dan perwakilan PT Aditya Wahana Nusa (AWN) oleh Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Cilegon di ruang Aula Setda II Kota Cilegon, Senin (25/1/2016), berakhir buntu. Mediasi itu sempat memanas karena perusahaan terminal aspal curah itu belum dapat memberikan tanggapan atas surat Nomor 650/158/Hubin dari Disnaker Cilegon yang berisi tentang anjuran agar PT AWN mengangkat sopir dan kernet truk mereka sebagai pekerja dengan status buruh dengan Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tentu (PKWTT), dan mengikutsertakan mereka sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan.

“Sebagian (pekerja) sudah kami daftarkan BPJS. Tapi untuk upah dan status karyawan, saat ini masih kami kaji secara internal, karena di AWN ini kita berdagang disesuaikan dengan pekerja kami,” kilah Amru Abbas, Perwakilan PT AWN dalam mediasi tersebut.

Pernyataan Kepala Terminal PT AWN ini menyulut kemarahan kalangan sopir. Dedi Gunawan, perwakilan sopir truk sebaliknya menuding belum adanya tanggapan atas anjuran Disnaker Kota Cilegon yang dilakukan PT AWN merupakan sikap pelecehan kepada Pemkot Cilegon. “Tuntutan kami sebenarnya sangat sederhana, jalankan saja surat anjuran itu. Kalau diabaikan, berarti ini sudah menjadi pelecehan yang dilakukan oleh perusahaan kepada Pemkot,” katanya.

Sementara itu, Penyidik Ketenagakerjaan Disnaker Cilegon Mustahal meminta buruh lebih bersabar seraya menegaskan agar PT AWN segera mengambil sikap atas surat anjuran yang ditenggat hingga 29 Januari tersebut. “Yang pasti, kami meminta agar surat anjuran itu dijawab paling lambat tanggal 29 Januari, 10 hari dari tanggal 19 hari saat surat itu kita serahkan. Jadi kalau AWN tidak bisa menerima atas anjuran itu, berarti kita langsung ke PHI (Pengadilan Hubungan Industrial),” ujarnya. (Devi Krisna)