Sempat Menolak, Sekolah di Cilegon Ini Terima Vaksin Rubella Dengan Syarat

0
835 views

CILEGON – Sempat menolak, akhirnya Yayasan Pendidikan Nasyrul Ulum di lingkungan Tegal Bunder, Kelurahan Tegal Bunder, Kecamatan Purwakarta, Kota Cilegon menerima agar para siswanya diimunisasi campak rubella. Penolakan itu lantaran pihak yayasan khawatir zat yang terkandung diimunisasi itu dapat membahayakan dan tidak diperbolehkan bagi agama atau haram.

Sekertaris Yayasan Pendidikan Nasrul Ulum Qurtubi mengaku para siswa yang menyantri di yayasannya itu bukan hanya hanya warga sekitar. Namun juga banyak dari luar daerah Banten, seperti Jakarta dan Lampung. Jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan akibat imunisasi tersebut sudah menjadi pertanggungjawabannya kepada walimurid. Untuk itu ia meminta persetujuan dari para walimurid terlebih dahulu.

“Awalnya kami menolak adanya vaksin itu karena vaksin itu masih belum jelas antara haram dan halalnya. Tetapi setelah adanya komunikasi, kami menerimanya dengan syarat bahwa pihak puskesmas harus mengadakan sosialisasi terhadap wali murid dan juga kami meminta jaminan kesehatan bagi penerima imunisasi itu,” ujarnya saat ditemui sejumlah wartawan diruang kerjanya, Senin (31/7).

Sementara itu Kepala Puskesmas Purwakarta Dr Sefi Saeful Holiq mengaku adanya penolakan tersebut akibat kurangnya sosialisasi terhadap masyarakat sekitar serta pihak-pihak sekolah, sehingga mereka meragukan kehalalannya. “Masyarakat belum mengetahui informasi yang jelas dari vaksin baik itu keamanan dan kehalalannya,” katanya.

Meski demikian, Sefi mengaku telah menyiapkan obat serta rujukan bila terjadi efek yang ditimbulkan dari vaksin tersebut secara berkelanjutan. Untuk Kecamatan Pulomerak, Grogol, Purwakarta dan Citangkil rujukannya ke Rumah Sakit Krakatau Medika (RSKM), sedangkan untuk Kecamatan Ciwandan, Cibeber, Jombang dan Cilegon itu ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Cilegon. “Kami akan tanggungjawab bila ada efek yang tidak diinginkan,” tuturnya. (Riko Budi Santoso/rikosabita@gmail.com)