Semua Daerah di Banten Terjadi Inflasi

SERANG – Pada April 2020 terjadi inflasi sebesar 0,25 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 105,08. Dari 3 kota IHK di Provinsi Banten, semua kota mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Tangerang sebesar 0,26 persen dengan IHK sebesar 106,67. Diikuti oleh Kota Serang sebesar 0,23 dengan IHK sebesar 106,73. Sama dengan dua kota lainnya, Kota Cilegon mengalami inflasi sebesar 0,20 persen dengan IHK sebesar 105,77.

Tingkat inflasi tahun kalender April 2020 sebesar 0,95 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (April 2020 terhadap April 2019) sebesar 2,99 persen.

Berdasarkan data statistik Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten, Senin (4/5), inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran. Yaitu kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,23 persen, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,06 persen, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar lainnya sebesar 0,01 persen, kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,08 persen. Kemudian kelompok kesehatan sebesar 0,09 persen, kelompok transportasi sebesar -0,58 persen, kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar -0,08 persen, kelompok rekreasi, olahraga dan budaya sebesar -0,15 persen, kelompok pendidikan sebesar 0,00 persen,kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,74 persen, dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 3,34 persen.

Sementara secara nasional, BPS mencatat perkembangan IHK pada April 2020 secara bulanan (month to month/MtM) mengalami inflasi sebesar 0,08 persen. Lebih rendah jika dibandingkan dengan perkembangan harga pada bulan sebelumnya dengan catatan inflasi sebesar 0,1 persen.

Kepala BPS Kecuk Suhariyanto mengatakan bahwa inflasi bulan ini sangat rendah, padahal tengah memasuki bulan Ramadan yang seharusnya mengalami peningkatan inflasi. Sebagai informasi, pada bulan Mei 2019 yang juga jatuh pada bulan Ramadhan terjadi inflasi sebesar 0,68 persen.

“Inflasi pada bulan April 2020 ini terjadi inflasi sebesar 0,08%, inflasi bulan ini rendah sekali 0,08 persen ketika bulan Ramadan, kita lihat tahun lalu ketika memasuki bulan Ramadan yang pada tahun lalu jatuh di bulan Mei inflasinya meningkat, tetapi pada tahun ini melambat” kata Kepala BPS Kecuk Suhariyanto melalui telekonferensi pers, Senin (4/5).

Sedangkan untuk inflasi tahun kalender Januari sampai dengan April 2020 (year to date/YtD) adalah sebesar 0,84 persen. Kemudian, untuk inflasi tahunan (year on year/YoY) sebesar 2,67 persen.

Suhariyanto menuturkan, dari 90 kota yang di data oleh BPS, sebanyak 39 kota mengalami inflasi. Sedangkan 51 kota mengalami deflasi.

“Kita pantau ada 39 kota yang mengalami inflasi, sebaliknya ada 51 kota yang mengalami deflasi, dimana inflasi tertinggi itu terjadi di Bau-Bau Sulawesi Tenggara inflasi yang mencapai 0,28 persen, sementara inflasi terendah ada di 3 kota, Cirebon, Depok dan Balikpapan,” tambahnya.

Sedangkan untuk deflasi tertinggi terjadi di Pangkalpinang yaitu sebesar 0,92 persen. Lalu, untuk deflasi terendah terdapat di dua kota, yakni Bogor dan Semarang dengan angka 0,02 persen. (jpc/aas)