Semua Warga Terlibat Menata Kampung

0
551 views

SERANG – Ketua RT 04 RW 08, Kelurahan Sumurpecung, Kecamatan Serang, Sholihin Amin menyatakan,  seluruh elemen warganya terlibat menata lingkungan. Hasilnya sudah mulai terlihat, meskipun baru disebutkan mencapai 40 persen. Saat ini, RT di  Lingkungan Bhayangkara Baru ini lebih berwarna dan asri.

“Semua warga terlibat. Warga berpartisipasi dengan berswadaya. Ada yang dalam bentuk materi dan bahan baku. Pemuda-pemudi juga terlibat penuh,” kata Sholihin, Senin (6/4). “Pemuda yang paling penting adalah sumbangan tenaganya. Karena sekarang sedang libur semua, mereka bisa fokus melakukan penataaan. Di antaranya, melakukan pengecatan di tembok rumah warga dan paving block jalan lingkungan,” jelasnya.

Menurutnya, capaian penataan lingkungan RT 04 RW 08, Lingkungan Bhayangkara Baru, baru 40 persen karena terhambat wabah corona. Namun, warganya berusaha tetap merampungkan konsep penataan lingkungan sesuai kesepakatan secara bertahap. Sehingga, bisa bersaing di Lomba Resik Lan Aman (LRLA) Kota Serang 2020.

“Sekarang masih fokus pengecatan dan penghijauan. Nanti baru menata arena bermain anak, pos ronda, kebun tanaman obat keluarga (toga), dan tempat sampah,” beber Sholihin.

Ia menjelaskan, semua elemen warga bisa ikut terlibat menata lingkungan karena keberadaan kelompok pemuda penggerak lingkungan. Pengurus RT 04 RW 08, Lingkungan Bhayangkara Baru, telah membentuknya. Demikian pula dengan kelompok penggerak sadar hukum dan bank sampah.

“Kita bikin grup WA (WhatsApp-red), Di situ, setiap hari di-share jadwal kegiatan penataan yang akan dilakukan besok. Jadi, pemuda-pemudi tau tugasnya,” jelas Sholihin.

Sholihin pun berharap, LRLA bisa berlangsung setiap tahun. Sehingga, pemuda-pemudi RT 04 RW 08, Lingkungan Bhayangkara Baru, bisa lebih aktif lagi.

Ketua RW 08, Lingkungan Bhayangkara Baru, Ahmad Muhajir mengakui, kendati tahap penataan lingkungan RW 04 baru 40 persen, tapi perubahannya sudah bisa dirasakan warga. Sekarang, perkampungan ini menjadi lebih indah, asri, dan enak dipandang.

“Dulu mah kumuh. Sekarang berubah total. Jadi warna-warni, indah, dan bersih,” tegasnya. (rio/don)