Senang Bisa Melihat Kedisiplinan Singapura

Study Tour Bintang Sains Lebak-Pandeglang ke Singapura dan Malaysia (1)

Para juara Bintang Sains 2019 Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Lebak diberangkatkan ke Singapura dan Malaysia. Di sana mereka mendapatkan banyak ilmu pengetahuan sejak hari pertama di Singapura.

HERMAN SAPUTRA – Singapura

Selain rasa senang dan bahagia, juga rasa kagum menyelimuti saat para juara Bintang Sains tiba di Bandara Changi Singapura pada Rabu (27/11) pagi. Baru pertama kali menginjakkan kaki di negara orang, menjadi pengalaman yang sangat berarti bagi mereka.

Rombongan Bintang Sains bertolak menggunakan bus travel pariwisata dari Alun-alun Lebak pada Selasa (26/11) pukul 23.00 WIB. Lalu, meluncur ke Alun-alun Berkah Pandeglang untuk menjemput para juara dan pendamping Bintang Sains dari Pandeglang. Kemudian menuju ke Radar Banten untuk menjemput kru Banten TV dan Radar Banten.

Setelah rombongan lengkap, kemudian melaju ke Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang. Setelah satu jam setengah menempuh perjalanan dengan pesawat terbang, rombongan akhirnya sampai di Bandara Changi Singapura pada Rabu (27/11) pukul 06.30 WIB.

Sebanyak 20 anggota rombongan Bintang Sains didampingi pemandu wisata asal Singapura, Ayub, naik bus travel untuk sarapan pagi di sekitar Hotel Ibis Budget Singapore Selegie. Di situ, rombongan menginap untuk hari pertama. Dari lokasi itu, rombongan menuju ke ikon Singapura, yakni patung singa berbadan ikan di MBS Skypark dengan menempuh waktu 15 menit.

Tak mau kehilangan momen, para juara dan para guru pendamping Bintang Sains langsung berswafoto. Setelah itu, rombongan mengunjungi Asian Civilisations Museum dengan menempuh perjalanan sekira 15 menit. Lokasinya di pusat kota yang tak jauh dari ikon Singapura. Di museum itu, para juara Bintang Sains melihat benda-benda bersejarah di antaranya piring dan mangkuk era perang dunia II, hingga potret kapal pelayaran asal Sumatera.

Pemandu wisata, Ayub menceritakan, kawasan MBS Skypark dibangun di tanah timbunan yang sebelumnya laut. Termasuk di pesisir kawasan itu sebelumnya adalah penduduk dari Nusantara, suku Bugis dari Sulawesi, Indonesia. Tetapi, saat ini sudah tidak ada dan berganti menjadi bangunan perkantoran pemerintahan Singapura.

Usai meninjau dua lokasi wisata, para rombongan diajak makan siang di pusat kota. Selepas makan siang, rombongan diajak berbelanja di kawasan Pasar Bugis. Barang yang dijual di kawasan itu beragam, mulai dari suvenir, pakaian, hingga berbagai jenis perhiasan. Kemudian, rombongan menuju Universal Studio yang lokasinya masih di pusat kota.

Siswi SDN Sirnagalih 2, Kecamatan Mandalawangi, Sri Ratnasari mengaku, kagum dan terkesan setelah melihat keindahan Singapura. Warganya terlihat sangat disiplin dan menjaga kebersihan lingkungan. “Senang dan bahagia, sangat menginspirasi, terutama kebersihannya,” kata Sri.

Menurut Sri, bangunan dan aktivitas warga di kawasan tersebut ketat terhadap budaya. Mulai dari saling menghargai, taat aturan, taat menjaga kebersihan lingkungan, hingga budaya leluhur asal bangsa. “Selain itu, orang-orangnya juga taat terhadap kebersihan,” kata Sri menutup pembicaraan sebelum beristirahat di hotel.

Setelah beres di Singapura, rombongan melanjutkan perjalanan wisata ke Malaysia. (*)