Ilustrasi: Pixabay

Oleh: dr. Murni Diasfara

Masa kehamilan merupakan masa yang memberikan ibu pengalaman luar biasa dan berharga. Sehingga perlu persiapan yang baik baik fisik maupun mental agar memperoleh kesehatan yang optimal bagi ibu dan bayinya nanti.

Namun ada beberapa pertanyaan yang sering dilontarkan oleh pasutri mengenai senggama. Di antaranya, apakah berbahaya bersenggama dalam keadaan hamil?

Apakah senggama akan menyebabkan keguguran? Apakah senggama akan berbahaya bagi keselamatan janin?

Para pembaca sekalian, bersenggama selama kehamilan merupakan kegiatan yang wajar dan normal dilakukan. Bersenggama tidak akan membahayakan bayi, karena bayi terlindung perut, otot dinding rahim, juga selaput ketuban. Selain itu bayi anda juga berada di antara air ketuban yang akan membuatnya terlindung dari berbagai benturan dan merasa nyaman.

Adanya kontraksi selama orgasme juga merupakan suatu hal yang wajar selama tidak terjadi terus menerus.

Kontraksi ini berbeda dengan kontraksi melahirkan. Meski begitu anda harus tetap waspada terhadap kemungkinan persalinan dini karena hormon prostaglandin yang ada terdapat dalam air mani dapat memicu kontraksi persalinan. Jika itu terjadi maka anda harus mengkonsultasikannya kembali kepada dokter anda apakah tetap diperbolehkan untuk melakukan hubungan seksual atau sebaliknya.

Walaupun bersenggama ketika hamil merupakan suatu hal yang boleh dilakukan, namun ada beberapa kondisi yang perlu mendapat perhatian khusus dan biasanya dokter akan menyarankan untuk tidak melakukannya ketika anda memiliki kondisi kehamilan risiko tinggi, seperti:

• Kehamilan anda saat ini berisiko mengalami keguguran atau memiliki riwayat keguguran.

• Sedang dalam keadaan berisiko mengalami kelahiran prematur (kontraksi sebelum usia kehamilan 37 minggu)

• Mengalami perdarahan pervaginam, keluar cairan pervaginam, ataupun kram perut tanpa penyebab yang jelas.

• Mengalami pecah ketuban.

• Terjadinya pembukaan mulut rahim lebih dini.

• Ari-ari terletak di bagian bawah rahim atau menutup jalan lahir

• Kehamilan kembar 2, atau lebih.

Selama masa kehamilan, sangat normal bila hasrat seksual hilang timbul karena perubahan tubuh anda. Anda mungkin merasa canggung ketika perut anda membesar, atau bahkan merasa lebih percaya diri karena payudara anda membesar dan kencang.  

Biasanya, saat hamil muda, sebagian wanita akan kehilangan dorongan seksualnya. Khususnya bagi wanita yang selama hamil muda mengalami efek samping kehamilan, seperti muntah-muntah berlebihan, tak ada nafsu makan atau tekanan darah yang meningkat.

Nah, biasanya dalam kondisi seperti itu, dorongan seksual wanita akan terhambat.

Tapi, pada sebagian wanita yang lain, dorongan seksualnya justru meningkat saat usia kehamilan muda. Ini biasanya dialami wanita yang tetap sehat dan tak mengalami efek kehamilan seperti yang dialami sebagian wanita hamil lain.

Selama kondisi mereka sehat, tak mengalami muntah-muntah, nafsu makan baik, dan tekanan darahnya normal, dorongan seks wanita hamil biasanya akan tetap atau bahkan meningkat.

Ceritakan pada pasangan anda apa yang anda rasakan dan alami. Hal ini supaya anda merasa nyaman dalam melakukannya.