Sepanjang 2016, Kerugian Akibat Bencana Alam di Lebak Capai Rp40 M

0
551 views
Bupati Iti Octavia Jayabaya bersama sejumlah pejabat meninjau longsor di Desa Cikatomas, Kecamatan Cilograng, Selasa (6/12).

RANGKASBITUNG – Kerugian materiil akibat bencana alam yang terjadi di berbagai daerah di Kabupaten Lebak selama tahun 2016 mencapai Rp40 miliar lebih. Kerugian tersebut lebih kecil dibandingkan tahun 2015 yang mencapai Rp78 miliar.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lebak Kaprawi menyebutkan, sepanjang 2016 terjadi ratusan kali peristiwa bencana alam di Kabupaten Lebak. Di antaranya berupa longsor, banjir, kebakaran, pergerakan tanah, dan puting beliung. Namun, besar kerugian tidak terlalu parah dibandingkan tahun lalu. “Bencana alam itu menimbulkan kerugian yang sangat besar hingga puluhan miliar rupiah,” kata Kaprawi, Selasa (13/12).

Katanya, taksiran kerugian bencana alam yang terjadi sepanjang 2016 tersebut tidak lebih dari Rp40 milar. Nilai itu jauh menurun dibandingkan kerugian akibat bencana alam yang terjadi sepanjang 2015 yang mencapai Rp78 miliar. “Padahal, kasus bencana alam pada 2016 meningkat dari tahun 2015,” tegasnya.

Kaprawi menjelaskan, kerugian terbesar antara lain akibat banjir besar, bencana tanah longsor, kebakaran, dan angin puting beliung. “Hampir sebagian besar daerah di Lebak merupakan daeran rawan bencana, baik itu banjir, longsor, kebakaran, maupun puting beliung,” jelasnya.

Kaprawi menjelaskan, berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKB) Serang, cuaca ekstrem masih akan terjadi di Kabupaten Lebak hingga Januari mendatang. Oleh karena itu, ia meminta warga yang tinggal di daerah rawan bencana untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan.

“Kami bersama relawan pada dasarnya telah siap dalam menghadapi bencana. Kami juga terus menjalin komunikasi dengan para camat untuk mengantisipasi bencana sekaligus memberikan bantuan bagi warga yang tertimpa musibah bencana,” tukasnya.

Sementara itu, Koordinator Penanganan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Lebak Budi Santoso menerangkan, dari 28 kecamatan di Lebak, ada 24 kecamatan yang rawan banjir dan tanah longsor. “Ya, berdasarkan informasi dari BMKG Serang, cuaca ekstrem masih akan melanda wilayah Lebak hingga Januari 2017. Karena itu, kita telah menginformasikan ke para camat untuk mengantisipasi bencana banjir dan tanah longsor agar pada saat musibah terjadi tidak ada masyarakat yang menjadi korban,” kata Budi. (Nurabidin Ence/Radar Banten)