Sepanjang 2017, Polres Cilegon Ungkap 5 Kasus Pengedar Obat Farmasi Tanpa Izin

0
97

CILEGON – Sepanjang tahun 2017 ini, Polres Cilegon telah mengungkap sebanyak lima kasus pengedaran obat-obatan farmasi yang tanpa memiliki surat izin edar dari Kementerian Kesehatan. Total barang bukti lebih dari 2.500 butir pil tramadol dan hexymer.

Demikian diungkapkan Kapolres Cilegon AKBP Raden Romdhon Natakusuma saat menggelar ekspose penangkapan kawanan pengedar obat-obatan yang berlangsung di Mapolres Cilegon, Selasa (26/9).

“1.650 butir pil tramadol dan 120 butir hexymer itu yang murni diungkap oleh Polres Cilegon. Adapun yang bersama gabungan dengan BNN dan Kesbangpol pada 22 September 2017 menghasilkan 750 butir pil,” katanya.

Romdhon menjelaskan langkah yang telah dilakukan oleh Polres Cilegon dalam menyikapi maraknya peredaran dan penggunaan obat farmasi yang disalahgunakan khususnya bagi kalangan muda.

“Minggu 24 September kemarin, kita melakukan penyuluhan kepada masyarakat bersama instansi terkait yaitu Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) terkait dengan bahaya penyalahgunaan obat-obatan yang tidak sesuai resep dokter,” ucapnya.

Dalam penyuluhan yang telah berlangsung itu, Romdhon mengungkapkan pihaknya telah mengimbau masyarakat agar melaporkan ke petugas kepolisian bilamana mencurigai adanya sesuatu yang melanggar aturan hukum. Termasuk peredaran obat-obatan farmasi yang tanpa memiliki surat izin edar.

“Dari Polres Cilegon, Dinas Kesehatan, IAI Cilegon dan IAI Banten menyampaikan agar jangan sampai menyalahgunakan obat-obatan yang tidak sesuai dengan resep dokter,” tuturnya. (Riko Budi Santoso/rikosabita@gmail.com)