Sepanjang 37 Km Jalan Provinsi Masih Rusak

0
240 views
Pengendara melintas di Jalan Ayip Usman yang rusak di Lingkungan Kebaharan, Lopang, Kota Serang, Kamis (19/9).

SERANG – Menjelang hari jadi Provinsi Banten yang ke-19 pada 4 Oktober mendatang, jalan provinsi masih banyak yang rusak. Bahkan, di wilayah Serang-Cilegon (Seragon), jalan provinsi yang rusak lebih dari 37 kilometer (km).

Berdasarkan data Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Banten, ruas jalan provinsi yang ditangani UPTD Serang-Cilegon sepanjang 238,13 km. Ruas jalan yang berkondisi baik hanya 171,638 km, kondisi sedang 30,087 km, sedangkan sisanya sekira 37 km dalam kondisi rusak.

Menurut Kepala UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan Serang-Cilegon Francisco De J Barreto, dari 37 km jalan provinsi di Serang-Cilegon, pembangunannya dikebut saat ini sehingga akhir tahun ditargetkan kondisinya sudah baik.

“Yang rusak berat hanya tujuh kilometer, sementara 30,4 kilometer kondisinya rusak ringan. Semoga akhir tahun ini pembangunan jalan sesuai target,” kata Francisco kepada wartawan di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kecamatan Curug, Kota Serang, Kamis (19/9).

Ia optimistis pembangunan jalan sepanjang 37 km yang kondisinya belum baik akan rampung akhir 2019. “Ruas jalan di Kabupaten dan Kota Serang serta Cilegon kami pantau 24 jam. Itu dilakukan agar pembangunan sesuai target,” ungkapnya.

Selain melakukan pembangunan jalan rusak, UPTD Serang-Cilegon juga melakukan pemeliharaan rutin pada drainase dan jembatan. “Silakan kalau warga menemukan jalan rusak, laporkan ke kami. Selama itu jalan provinsi, kami pasti langsung tangani,” pungkasnya.

Senada, Kepala Dinas PUPR Banten Hadi Soeryadi mengungkapkan, jalan rusak di wilayah Serang-Cilegon sedang dilakukan perbaikan. “UPTD saat ini tengah melakukan perbaikan jalan yang rusak ringan maupun berat,” ujarnya. Menurut Hadi, mayoritas jalan provinsi berada di Kota Serang. Sementara yang paling sedikit ada di di Kota Cilegon.

Terpisah, Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy meminta semua pihak ikut mengawasi pembangunan jalan provinsi yang dilakukan tahun anggaran 2019. “Target kita semua jalan provinsi tahun ini diperbaiki. Sehingga, tahun depan sudah dalam kondisi baik semua,” katanya.

Andika berharap, pembangunan jalan provinsi yang rusak sudah dianggarkan dalam APBD 2019, sementara tahun depan dalam APBD 2020 akan difokuskan pada pembangunan sumber daya manusia. “Semoga tidak ada yang meleset dari target sehingga fokus ke depan mendorong pemerintah pusat membangun jalan nasional yang rusak di Provinsi Banten,” ujar Andika optimistis. (den/alt/ira)