Sepekan Diterjang Empat Bencana

Bhabinkamtibmas dan Babinsa mengevakuasi tiga bocah saat banjir di Desa Songgomjaya, Kecamatan Cikande, Kamis (21/5).

SERANG – Dalam kurun satu pekan, dari sejak Rabu (20/5) sebelum Idul Fitri sampai 26 Mei wilayah Kabupaten Serang terjadi empat kali bencana, mulai dari banjir, angin kencang, rumah roboh, hingga kebakaran. Tidak ada korban jiwa, tetapi sejumlah fasilitas, seperti rumah dan tempat umum rusak.

Seperti pada Rabu (20/5), banjir melanda tujuh wilayah, yakni di Kecamatan Baros, Petir, Cikeusal, Cikande, Kopo, Pabuaran, Ciomas, dan Kecamatan Titayasa. Banjir mengakibatkan sejumlah rumah warga, fasilitas umum, dan akses jalan terendam. Kondisi itu juga mengakibatkan arus lalu lintas lumpuh hingga berjam-jam.

Kemudian pada Jumat (22/5), giliran wilayah Kecamatan Kramatwatu dan Kecamatan Waringinkurung disapu angin puting beliung yang mengakibatkan sejumlah rumah rusak, serta sejumlah pohon raksasa tumbang hingga menutup akses jalan. Ada pula rumah roboh akibat hempasan angin kencang. “Anginnya kenceng banget, atap rumah ibu saya hancur kebawa angin,” ujar Abdul Salam, warga Kampung Gegeneng, Desa Sukadalem, Kecamatan Waringinkurung, Selasa (26/5).

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang, ada empat kampung di Desa Waringinkurung dan satu kampung di Desa Sukadalem, Kecamatan Waringinkurung yang terdampak angin puting beliung.

Berikutnya, Minggu (24/5), terjadi kebakaran di sebuah perusahaan industri bernama PT GAYA Indonesia di Kampung Cigodang, Desa Harjatani, Kecamatan Kramatwatu. Api diduga berasal dari pembakaran limbah serbuk kayu tanpa pengawasan yang mengakibatkan sejumlah bangunan pabrik terbakar.

“Api berhasil kami padamkan. Tidak ada korban jiwa akibat kejadian ini,” tegas Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Serang, Nana Sukmana Kusuma melalui sambungan telepon seluler, kemarin.        

Nana mengimbau, warga lebih berhati-hati terhadap potensi bencana yang bisa terjadi setiap saat. Baik bencana alam maupun bencana yang diakibatkan kelalaian manusia. “Semoga semuanya selalu kondusif dan saling menjaga keselamatan bersama,” harapnya. (mg06/zai)