Sepekan, Jumlah Warga Terpapar Covid-19 di Banten Meningkat Tajam

0
2.095 views
Ilustrasi. Foto: Shutterstock

SERANG – Jumlah warga yang terpapar Covid-19 di Provinsi Banten dalam sepekan terakhir meningkat tajam.

Mengacu data pada Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Banten mencatat, pada 7 Juni 2020, jumlah masyarakat yang terkonfirmasi positif yakni 919 orang, dengan rincian 407 orang dirawat, 443 sembuh, dan 69 meninggal dunia. Sementara itu jumlah ODP sebanyak 9.157 orang dan PDP 2.542 orang. Pada pekan lalu, dari delapan kabupaten/kota, hanya tiga zona merah yakni Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan. Sedangkan zona orange Kabupaten Serang dan Kota Serang. Sementara tiga daerahnya zona kuning yaitu Kota Cilegon, Kabupaten Pandeglang, dan Kabupaten Lebak.

Namun dalam sepekan yakni pada Minggu (14/6), jumlah kasus meningkat tajam. Jumlah masyarakat terkonfirmasi menjadi 1.109 orang dengan rincian 427 dirawat, 599 sembuh, dan 83 meninggal dunia. Sedangkan jumlah ODP sebanyak 9.293 orang dan PDP 2.670 orang.

Jumlah zona merah juga bertambah. Selain tiga daerah di Tangerang Raya, kini Kabupaten Serang juga berada di zona merah. Zona orange juga bertambah dari Kota Serang, Kota Cilegon, dan Kabupaten Lebak. Sementara Kabupaten Pandeglang tetap berada di zona kuning.

Kepala Dinkes Provinsi Banten, dr Ati Pramudji Hastuti mengatakan, faktor-faktor yang memengaruhi pelonjakan kasus yakni dampak mulai terjadinya pelonggaran sosial pada masa transisi di Jabodetabek dan masifnya tracing serta screening swab PCR.

Kata dia, kasus di Kabupaten Serang bertambah signifikan pada akhir pekan lalu. “Terjadi penambahan signifikan sebanyak 32 kasus dari 14 kasus menjadi 46 kasus,” ujarnya.

Ia mengatakan, hal itu terjadi karena satu Cluster Tirtayasa yang ditularkan dari satu orang tanpa gejala (OTG) asal Penjaringan, Jakarta yang kabur saat dinyatakan positif. Orang tersebut menularkan sekira 18 orang. “Kemudian ada juga Cluster Panggungrawi (kawasan Panggungrawi Kota Cilegon-red) serta kasus lainnya,” ungkapnya.

Ati mengatakan, di Kabupaten Serang saat ini sudah lebih dari tiga cluster. Tren kasus berpotensi resiko penularan yang besar oleh karena cluster/transmisi lokal yang terus berkembang. “Sebaran kasus meningkat sehingga Kabupaten Serang menjadi zona merah karena berpotensi penularan besar atau berat,” tuturnya.

TENAGA MEDIS

Sebanyak 22 orang tenaga medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Cilegon terkonfirmasi positif Covid-19. Puluhan tenaga medis itu diketahui positif terjangkit virus tersebut setelah hasil tes swab dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon, Dana Sujaksani membenarkan hal tersebut. Saat ini, puluhan tenaga medis itu menjalani isolasi di RSUD Kota Cilegon.

“Ada yang domisilinya di Kabupaten Serang, Kota Serang, dan di Kabupaten Pandeglang,” ujar Dana kepada wartawan usai salat Jumat di Masjid Nurul Iman, Komplek Kantor Walikota Cilegon, Jumat (13/6).

Kendati jumlah tenaga yang terkonfirmasi positif Covid-19 cukup banyak, Dana tetap meminta kepada manajemen RSUD Kota Cilegon untuk tetap melaksanakan pelayanan yang optimal kepada masyarakat.

Ia meminta kepada manajemen untuk membuat pengaturan jam kerja yang baru, sehingga fungsi keperawatan tetap berjalan baik.

Kemudian, Dana pun mengaku akan kembali melakukan tes swab kepada puluhan pegawai tersebut di Rumah Sakit Krakatau Medika (RSKM) Cilegon.

“Semoga saja ada hasilnya sudah berubah, sudah sembuh, sehingga kita tahu seberapa lama lagi mereka bisa kembali kerja,” paparnya.

Selain banyaknya tenaga medis di RSUD Kota Cilegon yang terkonfirmasi positif Covid-19, angka kasus tersebut pun melonjak drastis selama sepekan terakhir.

Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Covid-19 Aziz Setia Ade Putra menjelaskan, hingga Jumat (12/6), jumlah kasus positif Covid-19 mencapai 28 orang. Lima di antaranya telah dinyatakan sembuh, sedangkan 23 orang masih menjalani perawatan.

Data tersebut melonjak selama dua hari terakhir, di mana pada Kamis (11/6) sebanyak tujuh orang dinyatakan positif Covid-19, di mana lima diantaranya adalah tenaga medis di RSUD Kota Cilegon. Sedangkan pada Jumat (12/6), sebanyak 11 orang yang dinyatakan positif Covid-19.

Dijelaskan Aziz, melonjaknya data tersebut karena banyaknya tenaga medis yang terkonfirmasi positif setelah menjalani tes PCR.

“Yang hari ini saja ada 10 tenaga medis, satu orang nya masyarakat biasa,” ujar Aziz.

Dijelaskan Aziz, tingginya tenaga medis di RSUD Kota Cilegon yang terkonfirmasi positif Covid-19 karena pernah melakukan kontak langsung dengan satu orang tenaga medis yang lebih dulu terkonfirmasi positif. “Karena itu untuk memastikan, akan dilakukan tes PCR ulang,” ujarnya.

Selain tenaga medis, masyarakat yang terkonfirmasi positif Covid-19 selama dua hari dirujuk ke RSUD Banten dan Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Jakarta untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

SERANG TAMBAH EMPAT

Kasus positif Covid-19 di Kota Serang terus mengalami peningkatan empat pasien. Dari 17 menjadi 21 pasien Hingga, Minggu (14/6) sore, berdasarkan data Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Serang, total pasien positif Covid-19 mencapai 21 pasien. Sebanyak tujuh pasien dinyatakan sembuh, dua meninggal dunia dan 12 pasien tengah mendapatkan perawatan.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Serang, W Hari Pamungkas mengatakan, dalam sepekan terakhir terjadi penambahan empat pasien positif Covid-19. “Iya terjadi penambahan, ada empat temuan pasien Covid-19. Tiga tengah dirawat dan satu meninggal dunia,” ujarnya kepada Radar Banten, kemarin.

Dengan terus meningkatnya jumlah masyarakat yang terkonfirmasi positif Covid-19, Hari meminta semua masyarakat Kota Serang untuk tidak mengabaikan protokol kesehatan dalam segala aktivitas. Karena Covid-19 tidak memandang usia ataupun profesi seseorang. “Langkah kita tetap meminta semua mematuhi protokol kesehatan,” katanya.

SATU KELUARGA

Kasus positif Covid-19 di Kabupaten Serang bertambah. Terakhir, satu keluarga di Desa Tengkurak, Kecamatan Tirtayasa dinyatakan positif terkena Covid-19. Keluarga tersebut, diduga tertular menantunya yang bekerja di Jakarta. Satu keluarga yang berjumlah enam orang itu langsung diminta untuk melakukan isolasi mandiri dan rapid test (tes cepat). Selanjutnya, sampel darah satu keluarga itu dibawa oleh tim medis untuk dilakukan uji Swab. “Hasilnya, empat orang di antaranya positif (terpapar corona-red),” ungkap Sekretaris Desa Tengkurak, Hendra Saputra.

Masih di Kecamatan Tirtayasa, tiga tenaga medis juga dikabarkan terkonfirmasi Covid-19. Kabar itu pun dibenarkan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Serang, drg Agus Sukmayadi. Ketiganya terpapar Covid-19 saat melakukan pertolongan terhadap korban kecelakaan lalu lintas pada 28 Mei di Puskesmas Tirtayasa, dimana korban ternyata sudah terkonfirmasi Covid-19. “Yang bersangkutan (korban laka positif Covid-19) sudah dirujuk ke RSDP (RSUD dr Dradjat Prawiranegara-red),” ungkap Agus. (nna-bay-fdr-jek/air)