Ilustrasi.

BREBES – Kemacetan arus mudik di Brebes memakan korban jiwa. Setidaknya tercatat sejak 3 hingga 5 Juli, ada 10 pemudik yang meninggal akibat kelelahan dalam perjalanan di Brebes.

“Ya, benar ada yang meninggal,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kab Brebes, Jawa Tengah, Sri Gunadi Parwoko, Selasa (5/7), dilansir JawaPos.com.

Ia menjabarkan, pada 3 Juli 2016 korban bernama Azizah (1,4 tahun) asal Kutoarjo meninggal setelah terjebak macet selama 6 jam. Bocah itu meninggal dalam perjalanan menuju Puskesmas.

Pada 4 Juli 2016, tercatat ada enam orang meninggal dunia. Diantaranya, Sundari (58) asal Purworejo. Ia meninggal di bus Pahala Kencana yang terjebak macet. Ada pula Susyani (36) asal Cibinong. “Meninggal ditempat, turun dari bus Rosalia Indah karena pusing terjebak kemacetan di Jalan Karangbale Larangan,” tutur Sri.

Sariyem (45) warga asal Banyumas meninggal setelah diturunkan dari travel yang mengangkutnya di sebuah klinik. Begitupula Suharyati (50). Ia meninggal setelah turun dari bus Sumber Alam terjebak di jalan Karangbale Larangan.

Poniatun (46) asal Kebumen meninggal usai turun dari bus Zaki Trans. Sedangkan Sri (40) warga Wonogiri meninggal di dalam mobil lantaran sakit jantung dan kecapean.

Untuk kejadian 5 Juli 2016, tercatat tiga orang meninggal dunia akibat lelah lantaran macet. Yakni, Rizaldi Wibowo (17) asal Kendal, Suhartiningsih (49) asal Jakarta, dan Sumiatun (67) asal Pademangan, Serpong, Tanggerang

Selain mencatat korban meninggal akibat kelelahan, Dinkes Kabupaten Brebes juga mencatat ada dua orang meninggal dikarenakan sakit. Diantaranya, Yuni (50) asal Magelang dan Turinah (53) asal Kebumen.

Adapula tercatat meninggal akibat kecelakaan lalu lintas saat mudik. Yakni, Taklim (46) asal Ketanggungan, seorang warga Banyumas yang tidak diketahui namanya, Taryona (39),Okta Tri Utami (36), Komar (40).Sedangkan, satu orang meninggal bernama Khariri (40) tewas lantaran tersetrum listik di tengah arus mudik. (dna/JPG)