Serang dan Cilegon Siap Metropolitan

0
2.862 views
Foto udara gedung-gedung kawasan Kota Serang, Selasa (29/12). Berdasarkan kajian Bappeda Banten, Kota Serang, Kabupaten Serang dan Kota Cilegon akan menjadi Kota Metropolitan.

SERANG – Kota Serang, Kabupaten Serang, dan Kota Cilegon sedang bersiap menuju kota metropolitan. Klasifikasi itu berdasarkan kajian Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Banten.

Hal itu diungkapkan Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy saat menghadiri dan sekaligus membuka Musyawarah Wilayah dan Pelantikan Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Banten periode 2020-2023 di Hotel Le Dian, Kota Serang, kemarin.

Andika mengatakan, dari aspek populasi, tata ruang, sarana pendidikan, ekonomi, bisnis, dan ketenagakerjaan, ketiga wilayah tersebut sudah memenuhi indikator kesiapan sebagai kawasan metropolitan. “Akan tetapi terdapat beberapa indikator yang belum terpenuhi,” ujar Andika, kemarin.

Andika menyebutkan, beberapa indikator yang belum terpenuhi yakni mulai dari ketersediaan pusat-pusat penelitian terpadu, ketersediaan minimal satu rumah sakit umum tipe A, serta pelayanan dan pengelolaan air bersih. Berikutnya, ketersediaan pengelolaan air limbah yang dilengkapi dengan instalasi pengelolaan air limbah terpadu/IPLT, pengelolaan dan pengolahan sampah kota berbasis 3R, serta yang paling dibutuhkan adalah sarana angkutan umum massal (SAUM) yang efektif dan efisien.

Politikus Partai Golkar ini juga mengungkapkan, penyediaan bus rapid transit (BRT) sebagai angkutan berkapasitas massal dilengkapi jalur khusus yang tidak berhimpitan dengan trayek angkutan umum menjadi perhatian Pemprov Banten untuk disiapkan. “Agar mobilitas penduduk di wilayah Kota Serang, Kabupaten Serang, dan Kota Cilegon dapat terkoneksi dengan satu moda transportasi umum,” terangnya.

Mengutip data Bappeda Provinsi Banten, mantan Anggota DPR RI ini mengatakan, Pemprov Banten merencanakan Koridor I, melayani rute dari Cikande di Timur menuju perbatasan Cilegon di barat sepanjang 41,7 kilometer. “Pada tahap pertama, dibangun segmen Pakupatan – perbatasan Cilegon,” ujarnya.

Sedangkan Koridor II, melayani rute dari arah Banten Lama (Pasar Lama) di utara menuju Baros di selatan dengan panjang lintasan 18,1 kilometer. Sementara untuk menghubungkan Banten Lama dan integrasi dengan Stasiun Kereta Api Serang Kota, Andika mengatakan, dapat dilayani dengan bus sedang secara shuttle.

Sedangkan Koridor III, melintasi rute dari arah Alamanda Regency di utara dilanjutkan melalui Jalan Armada, Jalan Syekh Al Bantani, sampai dengan Kampus Untirta baru sepanjang 19,5 kilometer.

Ia mengatakan, Pemprov Banten juga terus berupaya meningkatkan akselerasi pembangunan di Kota Serang sebagai Ibukota Provinsi Banten. Pemprov Banten tengah mempersiapkan pembangunan fly over Sudirman yang diharapkan dapat mengurangi kemacetan serta meningkatkan estetika kota, khususnya di sekitar perlintasan sebidang di pintu masuk Kota Serang. “Selain itu, Pemprov Banten juga tengah mempersiapkan akses keluar tol Serang Baru yang langsung menuju jalan protokol provinsi menuju KP3B,” ujarnya.

Ketua Umum PII Heru Dewanto mengatakan, pandemi Covid-19 membawa perubahan besar pada seluruh aspek kehidupan. Tak terkecuali bagi kalangan insinyur. Karena itu transformasi keinsinyuran mutlak dilakukan agar para insinyur mampu menjawab tantangan perubahan zaman setalah pandemi Covid-19. (nna/nda)