Serangan Hama Blas Belum Ditangani Distanak Pandeglang

Hama
Ilustrasi/ Inet

SERANGAN hama blas pada tanaman padi yang terjadi di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Patia, Sukaresmi, dan Kecamatan Panimbang, kurang mendapatkan perhatian Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Pandeglang. Hingga kemarin (4/3/2016), masalah itu masih terjadi.

Dadang Sujianto, Kasi Perlindungan Tanaman (Perlintan) Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) yang bertanggung jawab terhadap musibah itu pun, malah memilih bungkam. Ia melempar penanganan persoalan tersebut kepada pihak lain. “Tanya ke Lab (Laboratoriom-red) Instalasi Lebak. Sebab petugas POPT (Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan-red) Pandeglang langsung berkoordinasi ke Lab Lebak dengan cara menyetorkan datanya,” ujar Dadang melalui pesan singkat, Jumat (4/3/2016) seperti dilansir Harian Radar Banten.

Dadang sama sekali tidak menjelaskan lebih banyak terkait upaya yang akan dan telah dilakukan instansinya. “Ke POPT saja,” imbuhnya

Sikap itu tentu bertolak belakang dengan upaya yang dilakukan masyarakat. Seperti petani di Kecamatan Patia yang terpaksa memanen paksa tanaman padinya karena khawatir tidak bisa dimanfaatkan. “Kami menyesalkan sikap Distanak yang sampai saat ini belum memberikan penanganan. Kami melakukan ini untung-untungan saja,” kata Adih, warga Kecamatan Patia.

Ia berharap, kerugian petani akibat serangan hama blas diganti. (RB/mg-05/zis/ags)