Serapan Anggaran Pemprov Banten Tak Capai Target

0
390 views
ILUSTRASI: ASN Pemprov Banten mengisi daftar hadir saat akan mengikuti upacara Hari Kelahiran Pancasil di lapangan Setda Provinsi Banten, KP3B, Curug, Kota Serang, Sabtu (1/6).

SERANG – Serapan anggaran Pemprov Banten tahun 2019 hingga awal Juni belum mencapai target. Berdasarkan rapat pimpinan (rapim) organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemprov, Senin (17/6), realisasi serapan fisik hanya mencapai 40,24 persen dari target yang ditetapkan sebesar 45 persen. Dengan begitu, ada deviasi sebesar lima persen.

Kepala Biro Administrasi Pembangunan Pemprov Banten Mahdani mengatakan, tidak tercapainya target tersebut dikarenakan pekerjaan yang terhenti lantaran adanya cuti bersama Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah. “Tapi, secara umum realisasi serapan fisik masih lebih tinggi dibanding serapan keuangan,” ujar Mahdani usai rapat pimpinan di aula kantor Bappeda Banten, KP3B, Senin (17/6).

Diketahui, persentase serapan keuangan mengacu pada besaran APBD tahun anggaran 2019 yang nilainya mencapai Rp12,15 triliun. Berbeda dengan realisasi fisik yang sudah mencapai 40,24 persen, realisasi keuangan baru 30 persen.

Mahdani menjelaskan, realisasi fisik yang lebih tinggi, akan secara otomatis berdampak pada realisasi serapan keuangan.

Mekanisme pembayaran proyek dilakukan sesuai progres pengerjaan. “Ketika progres fisik semakin besar maka uang yang dibayarkan semakin besar pula,” ujarnya.

Kata dia, deviasi fisik sebesar lima persen dapat terlampaui apabila pekerjaan pembangunan berjalan normal kembali. Bahkan, target semester satu diyakini dapat tercapai. Untuk mengejar ketertinggalan, seluruh OPD yang sudah menyelesaikan lelang proyek untuk segera menindaklanjutinya.

Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy mengatakan, optimalisasi capaian pembangunan fisik maupun serapan keuangan adalah kewajiban.

Saat rapim, Andika menekankan kepada OPD agar capaian tersebut bisa diselesaikan dengan sebaik-baiknya.

Kata dia, apabila sudah lelang, maka penandatangan kontrak harus dipercepat. Ia meminta pembangunan infrastruktur fisik seperti jalan dan jembatan serta bangunan yang telah direncanakan bisa selesai sesuai target yakni pada November 2019. Ia optimistis target tersebut dapat tercapai. (Rostinah)