Serapan APBD Kota Tangerang Masih Rendah

Net. ILUSTRASI
Net. ILUSTRASI

TANGERANG – Memasuki akhir tahun anggaran 2019, serapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) di Kota Tangerang masih terbilang rendah. Hingga Senin (18/11), serapannya baru mencapai 60 persen. Pemkot Tangerang terus berupaya melakukan percepatan penyerapan anggaran.

Asda II Pemkot Tangerang Indri Astuti mengakui bahwa serapan anggaran Pemkot Tangerang masih rendah. Karenanya, ia meminta kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diharapkan mempercepat pelaksanaan kegiatan. “Dengan demikian serapan anggaran dapat terlaksana sesuai rencana,” katanya saat memberi sambutan di depan peserta apel Senin.

Kata dia, hal tersebut mungkin menjadi salah satu pembahasan Rapat Evaluasi Wilayah dan Pembangunan. “Awalnya hari ini dilaksanakan, tapi diundur menjadi besok (hari ini-red),” ungkapnya.

Sementara, Sekda Kota Tangerang Tatang Sutisna hingga semalam belum bisa dikonfirmasi terkait hal tersebut. Saat Radar Banten mengkonfirmasi melalui WhatsApp, Tatang juga tidak memberi respon.

Namun, belum lama ini Tatang sempat menyatakan minimnya penyerapan anggaran lantaran beberapa OPD baru melakukan pembayaran kegiatan di akhir tahun. “Contohnya kalau pembangunan infrastruktur, pembangunannya kan belum selesai dan baru dibayar setelah beres pembangunannya,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Tatang menuturkan, pada akhir tahun trend pembayaran pelaksanaan kegitan memang tinggi. Pada September, Oktober, dan November biasanya pembayaran cenderung kosong. “Biasanya di Desember cash flow sangat tinggi. Untuk pembangunan yang berlangsung akhir tahun ia mendorong percepatan pembangunan dengan menambah jumlah pekerja, menambah shift dan berbagai cara lainnya,” pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang Turidi Susanto meminta Pemkot Tangerang segera melakukan evaluasi capaian target serapan mengingat saat ini sudah masuk pertengahan November.

“Kami minta menyegerakan mendata dan memproyeksi target sampai akhir Desember dan harapan kami Silpa tidak terlalu besar. OPD kan sudah mempunyai time schedule perencanaan kegiatan, jadi harus sesuai dengan schedule yang dibuat,” pungkasnya. (one/asp)