Serba Kendor Jadi Kurang Menggedor

Love Story

Love Story
Ilustrasi Love Story (Dok: RB)

1. Dulu Cantik, Kini…

Cinta itu buta dan tuli, cinta pun tidak memandang ruang dan waktu. Beuh romantis sekali dua penggalan lirik lagu tersebut, itu menandakan jika cinta si pasangan tanpa syarat dan embel-embel. Sayangnya hal itu tidak dimiliki Mat Giper (45), nama samaran. Ketika Enok (38), nama samaran istri Mat Giper, tidak lagi terlihat menarik, sang suami mendatangi Pengadilan Agama untuk mengajukan permohonan cerai. Astagaaa.

Mat Giper blak-blakan jika alasannya mengajukan cerai karena istri tidak lagi menarik. Ia menegaskan, tidak ada pihak ketiga pada rumah tangga mereka. “Ini bukan karena ada yang selingkuh, sebab saya tidak selingkuh dan istri saya juga sama. Tapi saya yang sudah merasa enggak sreg lagi. Habis dia jadi berubah drastis sekarang,” katanya.

Walah walah, tega sekali Mat Giper menceraikan Enok hanya karena tubuhnya sudah berubah. Padahal Enok sudah membahagiakannya selama bertahun-tahun, bahkan memberinya dua keturunan. Hmmmm, pasti ada alasan konkret mengapa dia sampai begitu. Mat Giper lalu menjelaskan duduk perkara alasan sebenarnya dia melayangkan permohonan cerai.

Pertama, Mat Giper mengaku, sangat kecewa dengan sifat cuek Enok terhadap kondisi tubuhnya. Sang istri membiarkan tubuhnya menjadi super kendor dan gendut setelah menikah. Padahal, Enok sebelumnya langsing dan menarik. Tubuhnya meliuk-liuk bak gitar Spanyol, kulitnya putih mulus dan licin, saking licinnya nyamuk pun akan tergelincir jika hinggap di tangan Enok. “Dulu dia cantik sekali, kembang desa. Makanya saya sangat tergila-gila kepadanya,” katanya.

Untuk mendapatkan Enok, Mat Giper harus sampai jungkir balik. Sebab saingannya saat itu sangat banyak, parahnya lagi kebanyakan dari mereka pria-pria berdompet tebal. “Saya sudah paham, orang secantik Enok pasti akan dikejar-kejar banyak pria. Mulai dari pemuda seusia saya hingga om om tua, datang ke rumahnya,” katanya.

Tidak jarang, lanjut Mat Giper, sejumlah lelaki datang untuk melamar Enok. Namun tidak satu pun di antara mereka yang ia terima. Sebab Mat Giper telah berhasil merebut hati Enok. “Boleh saja mereka yang datang kaya raya dan berdompet tebal. Tapi perempuan itu bukan hanya butuh dompet, tapi ada trik lainnya lagi,” ujarnya.

Weleh, Mat Giper sangat bersemangat untuk mendapatkan Enok ketika masih cantik. Bahkan ketika mereka berpacaran, ia masih perlu berusaha keras agar Enok tidak berpaling ke laki-laki lain. “Sebenarnya, perjuangan dalam pacaran itu bukan ketika kita sedang merebut hati perempuan, Mas. Tapi ketika kita harus mempertahankannya dari godaan cowok lain,” katanya.

Iya sih Om, oke. Mat Giper saat muda tipikal pria pintar, ia tenang dalam mengatasi masalah dan tidak mudah terpicu emosi. Karenanya, ia dinilai Enok lebih dewasa dibandingkan laki-laki lain. Hal inilah yang membuat hati Enok lebih condong kepada Mat Giper.

Sampai akhirnya pada 1995, Mat Giper menuntut Enok naik ke mimbar pernikahan. Di hadapan puluhan sanak saudara kedua belah pihak, Mat Giper melakukan ijab kabul pertanda ia telah memiliki Enok secara sah.

2. Berubah Drastis

Saat itulah hari-hari bahagia Mat Giper terjadi. Ia bisa memeluk tubuh si cantik Enok yang aduhai, membelai rambutnya yang hitam jatuh sebahu, melihat matanya yang bulat lentik dari dekat, juga menghirup nafasnya yang….. Oh lala. Ia ingin merasakan lagi romansa kehangatan cinta ketika berdekatan dengan Enok. Sebab rasa itu tidak pernah ia rasakan lagi, Enok yang sekarang jauh berbeda dengan Enok yang dulu.

Menurutnya, Enok sekarang gendut dan serba kendor, rambutnya pun memutih dan berketombe. Ia tidak lagi kuat mencium napas Enok karena tidak lagi wangi. “Giginya ada yang bolong dan membusuk. Giginya tidak mau dicabut jadinya tercium bau busuk,” terangnya.

Hal lain yang tidak ia suka, beberapa wanita tetangga menjadi semakin cantik seiring usia bertambah. Itu kebalikan dengan Enok, sebab istrinya semakin tidak menarik sejak usianya masuk kepala tiga. “Ketika kami memiliki anak ketiga, tubuh Enok sudah mulai tidak menarik. Saya jadi jenuh,” akunya.

Faktor lain yang membuat dia kesal, Enok tidak pernah mendengarkan permintaanya untuk bisa menjaga kondisi tubuh. Malahan Enok berbalik marah sehingga memicu pertengkaran. “Dia enggak mau olah raga, sebab ia sudah capek karena urus anak-anak. Saya bilang, cari olah raga yang tidak terlalu menguras tenaga, eh Enok malah marah-marah,” terangnya.

Puncak pertengkaran terjadi pada pertengahan 2015. Enok sampai mendorong Mat Giper ketika sang suami mengkritik bentuk tubuhnya. “Waktu itu kami bertengkar, lalu saya bilang badannya terlalu gemuk. Dia jadi marah dan dorong saya sampai jatuh,” tutur Enok.

Karena merasa tidak lagi dihargai, Mat Giper lalu pergi ke kantor Pengadilan Agama. Mendengar hal tersebut, sejumlah pegawai mencoba menasihati. Mereka meminta Mat Giper lebih bersabar dan memikirkan hal buruk ketika perceraian terjadi. “Mas, kalau sampean sampai cerai, nanti yang kasihan anak-anak. Mereka jadi korban atas keretakan orang tuanya,” kata sang pegawai.

Namun kalimat itu tidak bisa menenangkannya. Sebab insiden Enok mendorongnya sampai jatuh terjengkang telah membuat hatinya terluka. “Saya marah Mas, sudah mah bosan, sakit hati pula. Makanya lebih baik cerai saja,” katanya. (RB/quy/zee)