Serdang Kulon, Desa Percontohan Pemberdayaan Masyarakat

0
253 views
Kepala Desa Serdang Kulon Aden Sukarna (dua kanan) bersama staf dan perangkat Desa Serdang Kulon makan bareng di salah satu sudut Taman Desa Serdang Kulon, Selasa (2/4). Taman ini berada di sebelah Kantor Desa Serdang Kulon, Jalan AMD Nomor 1.

 TANGERANG – Desa Serdang Kulon di Kecamatan Panongan ditetapkan sebagai desa percontohan untuk program pemberdayaan masyarakat desa. Predikat ini diperoleh setelah Serdang Kulon ditetapkan sebagai desa terbaik se-Indonesia pada 2016.

Prestasi dari lomba desa tingkat nasional itu membuat Kepala Desa Serdang Kulon Aden Sukarna bangga. Bukan hanya karena kerja kerasnya telah menghasilkan prestasi itu. Menjadi desa terbaik juga menghantarkan Aden ke Istana Negara.

 Program pemberdayaan masyarakat yang dilaksanakan Pemerintah Desa Serdang Kulon, sehingga menjadi desa terbaik se-Indonesia, antara lain adalah pelatihan Kelompok Tani (Poktan) Sadulur, Gerakan Sayang Ibu (GSI), dan pelatihan bidang perbengkelan.

 ”Alhamdulillah, tahun 2016, kami dipercaya mewakili Kecamatan Panongan. Setelah menjadi juara umum tingkat Kecamatan Panongan, kami pun meraih juara umum Kabupaten Tangerang. Lalu, juara umum Provinsi Banten. Nah, keberhasilan masyarakat Serdang Kulon ini yang membawa kami ke Istana Negara hingga menjadi juara umum tingkat nasional lomba desa,” tutur Kepala Desa Serdang Kulon yang akrab disapa Sukarna, Selasa (2/4) lalu.

 Imbas menjadi desa percontohan, tutur Sukarna, menjadikan desanya banyak dikunjungi unsur pemerintah daerah dari luar Kabupaten Tangerang. Di antaranya, Kota Tangerang dan Tangerang Selatan, Pemprov Jawa barat, DPRD Kabupaten Fakfak Barat, Pemprov Sumatera Utara, Kota Lombok, Buleleng Bali, dan Kelompok Tani Sehat dari Kota Padang. ”Kunjungan mereka untuk studi banding. Ada yang tentang GSI, ada juga yang minta kiat bagaimana bisa jadi desa yang baik,” sebut Sukarna.

 Untuk menjalankan program pemberdayaan masyarakat bidang pertanian, Sukarna menggandeng bernama Ir Bambang Purnama. Melalui ahli pertanian itu, Pemerintah Desa Serdang Kulon memberikan pelatihan tata cara bercocok tanam. Dari pelatihan ini, Poktan Sadulur membangun Taman Desa Serdang Kulon dengan lampu warna-warni pada malam hari.

 ”Kebetulan Serdang Kulon memiliki serorang putra asli desa Ir Bambang Purnama, yang ahli di bidang pertanian. Ia juga seorang aparatur di Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan. Bambang mengajarkan Poktan Sadulur, bagaimana cara bercocok tanam yang baik, cangkok-mencangkok,” jelas Sukarna.

 Dilihat dari tingkat perekonomian masyarakatnya, Desa Serdang Kulon termasuk desa maju. Masyarakatnya, rata-rata berprofesi pegawai negeri dan pegawai swasta.

Sebagian masyarakat desa ini juga ada yang menekuni  pertanian dan usaha mikro kecil menengah (UMKM). Setidaknya, ada empat industri rumahan di Serdang Kulon. Yaitu, dodol H Musa, kerajinan anyaman bambu, kembang goyang, dan sofa kayu.

 ”Potensi unggulan lain, ya ada UMKM. Kita punya dodol Haji Musa di Kampung Serdang, RT 009, RW 006. Pembuatan peci dan lain-lain dari anyaman bambu di Kampung Serdang, RT 003, RW 002. Kembang Goyang, kita punya di beberapa titik. Salah satunya, Pak Suryadi di Kampung Panyembir, RT 003, RW 001,” ungkap Sukarna.

Perajin dodol bermerek H Musa, Muhamad Musa, mengaku sudah memasarkan produknya hingga ke mancanegara. Terutama, Arab Saudi. Tiap bulan, dodol H Musa dikirim ke Tanah Suci. Muhamad Musa rutin mendapatkan order dari para jamaah umrah.

”Kalau hari-hari biasa, paling kita produksi dua ton dalam seminggu. Tapi kalau musim Lebaran, kita bisa produksi sampai 500 ton dalam sebulan,” jelasnya kepada Tim Saba Desa Radar Banten di Kampung Serdang.

Kepala Desa Serdang Kulon Aden Sukarna memastikan, pihaknya telah merampungkan pembangunan infrastruktur seperti jalan, drainase, dan saluran pembuangan air limbah di desanya. Tahun ini, ia akan menyelesaikan renovasi Kantor Desa Serdang Kulon di Jalan AMD Nomor 1, RT 006, RW 002, Desa Serdang Kulon.

”Infrastruktur, alhamdulillah, kita sudah selesaikan semuanya 100 persen. Anggaran tahun ini, kami akan menyelesaikan renovasi kantor desa. Tinggal pemasangan kaca cekung untuk tangga dan pemasangan pagar untuk balkon lantai dua,” tutup Sukarna. (pem/rb)