CILEGON – Federasi Serikat Pekerja Kimia, Energi, Pertambangan, Minyak, Gas Bumi dan Umum (FSPKEP) Kota Cilegon mengukuhkan pengurus Pimpinan Unit Kerja (PUK) SPKEP PT Bumimerak Terminalindo (BMT). Pada kesempatan itu, PUK diingatkan untuk bijak dalam menghadapi persoalan antara buruh dan peruahaan.

Ketua FSPKEP Kota Cilegon Rudi Sahrudin menjelaskan, serikat merupakan wadah bagi para buruh mencurahkan keluh kesah atas keadaan yang terjadi di perusahaan. Sebagai komponen buruh yang legal, keberadaan serikat bisa mengontrol kebijakan atau hal-hal normatif yang terjadi di perusahaan.

Namun, dalam menyikapi setiap keluh kesah dan persoalan normatif yang terjadi, ia mengingatkan para pengurus PUK sebagai perwakilan serikat harus menghadapinya dengan baik. 

“Serikat bisa mengingatkan ke perusahaan. Jika ada persoalan, kita gak bisa membabi buta membela, kita pelajari dulu persoalannya. Kalau memang perusahaan melakukan pelanggaran, kita bahas secara baik-baik secara bersama,” ujar Rudi, Selasa (10/9).

Menurut Rudi, keberadaan serikat di perusahaan harus menjadi mitra manajemen perusahaan agar segala persoalan pada akhrinya tidak merugikan pihak manapun.

Ketua PUK SPKEP PT BMT Yusron Ali menambahkan, pengukuhan pengurus PUK merupakan bagian dari hak berorganisasi para buruh.

Yusron menilai kebadaan serikat di PT BMT bisa menjadi mitra perusahaan. Serikat dan manajemen bisa berjalan beriringan dalam menjalankan hubungan industrial, serta mewujudkan kesejahteraan buruh dan kemajuan perusahaan.

“Kita kan asasnya demokrasi, musyarwarah, kita juga mau menyelesaikan persoalan antara serikat dan perusahaan secara kekeluargaan,” ujarnya. (Bayu)