Sering Dikibuli Suami, Jadinya Enggak Peduli

0
1493

Kejujuran memang mahal harganya, begitulah yang terjadi pada rumah tangga Wati (44) dan Suryo (45), keduanya nama samaran. Karena sering dikibuli alias dibohongi suami, mulai dari urusan keuangan sampai kesetiaan, Wati jadi tak peduli pada semua yang dilakukan suami.

“Saya mah udah bodo amat ke suami, dia mau ngomong apa kek, mau pergi ke mana kek, enggak peduli,” kata Wati saat ditemui Radar Banten di kediamannya di salah satu perumahan di Kota Serang, Rabu (21/7).

Padahal, Wati katanya sih sudah mempercayakan semuanya pada suami saat diajak menikah dua puluh tahun lalu. Mereka menikah berkat perjodohan orangtua, karena tak ada waktu untuk saling mengenal, jadilah Wati pasrah menerima Suryo apa adanya.

Meski dari segi penampilan Suryo biasa saja, wajah tak tampan, kulit hitam, dan postur pendek, tapi ia berasal dari keluarga berada, jadi untuk urusan ekonomi sih enggak masalah.

Berbeda dengan Wati yang hanya anak petani, tapi menjadi kembang desa karena parasnya cantik, khas perawan kampung yang masih belum terjamah oleh bedak super medok.

Meski baru kenal, tapi Wati merasa sudah sangat yakin kalau Suryo benar-benar jodohnya. Soalnya suaminya itu memang pinter ngomong dan jago merayu, berkat modal gombalannya itu, Wati luluh dan menerima lamaran Suryo.

Mereka menikah dengan pesta meriah. Banyak tamu undangan datang, keduanya terlihat serasi duduk di pelaminan. Hingga malam tiba, keduanya melewatinya dengan penuh kenikmatan. “Nikmatlah, namanya juga malam pertama,” kata Wati.

Mereka menjalani hari-hari baru berdua. Tinggal di rumah pribadi, Wati tak merasa canggung lantaran suaminya juga pandai menghangatkan suasana. “Dia tuh kalau udah ngomong manis banget, bikin saya seneng terus,” katanya.

Tapi, setelah berlangsung lima bulan pertama, Wati mulai mengetahui bagaimana sikap Suryo sesungguhnya. Suaminya yang bekerja sebagai pegawai tetap di perusahaan ternama di Cilegon ini, sering berbohong. Waduh, bohong gimana Teh?

“Janjinya mau ngajak ke mal beli baju, eh pas tanggal muda dia diem-diem aja,” katanya.

Bukan cuma itu, pernah suatu hari, saat Wati sudah senang dijanjikan bakal jalan-jalan ke luar negeri saat pergantian tahun baru, eh nyatanya cuma diajak keliling Alun-alun Kota Serang. “Boro-boro luar negeri, malah ke luar rumah doang,” katanya.

Yang paling membuat Wati kecewa saat Suryo mengatakan kalau ia mau membantu melunasi utang keluarga istri, saat itu Wati dengan suka cita menyampaikan pada keluarganya. Tapi Suryo tidak pernah melunasi utang itu. Saat Wati menanyakan janji suaminya, Suryo malah menghindar dan tidak mau membahas soal itu.

“Jadi dia mah sering banget begitu, sekarang jadi males. Makanya kalau dia ngomong apa-apa tuh bodoamat,” tukasnya. Ya ampun, sabar ya Teh.

Apalagi, saat tahu kalau suaminya ternyata pernah punya niat selingkuh dengan teman Wati, salah satu kerabat lama yang sempat main ke rumah. Ternyata diam-diam Suryo meminta nomor teleponnya tanpa sepengetahuan Wati. Untung temannya itu baik, melaporkan kepada Wati dan tidak menanggapi gombalan Suryo. Waduh.

Kejadian itu berlangsung setelah mereka empat tahun menjalani rumah tangga dan sudah dikaruniai dua anak. Jika di rumah sih seolah tak ada masalah, keduanya tampak harmonis dan bahagia. Tapi ternyata, Wati memendam luka di hatinya.

“Sekarang saya mah menjalankan tugas sebagai istri aja, masak, beres-beres, yang penting anak saya masih bisa makan dan sekolah,” tukasnya. (drp)