Server Lemot, UNBK Molor: Kemendikbud Berkilah Peserta Ujian Banyak

SERANG – Hari pertama ujian nasional berbasis komputer (UNBK) tingkat SMP/MTs di Banten sempat molor. Peserta ujian tidak bisa mengakses soal ujian karena gangguan server. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) berkilah hal tersebut terjadi karena peserta ujian banyak.

Di SMPN 1 Kibin, Kabupaten Serang, gangguan server hingga tiga jam. Ujian yang seharusnya dilaksanakan pukul 07.30 WIB. Namun, baru bisa dilaksanakan pukul 10.30 WIB. Gangguan server itu sempat membuat panik sekolah. “Kita paling terakhir bisa login-nya, bukan panik-panik lagi,” ujar Kepala SMPN 1 Kibin Asep Aminudin, Senin (23/4).

Saat terjadi gangguan server para siswa tidak bisa berbuat apa-apa. Mereka hanya menunggu di dalam kelas hingga gangguan server selesai. Saat terjadi gangguan server, Asep mengaku langsung berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Serang dan tim monitoring. “Akhirnya, setelah menunggu tiga jam baru bisa login, mudah-mudahan ke depan tidak ada gangguan lagi,” harapnya.

Di SMPN 1 Ciruas, Kabupaten Serang, gangguan server terjadi selama 10 menit. “Dari tiga ruangan ada satu ruangan yang telat, enggak lama cuma sepuluh menit,” kata Kepala SMPN 1 Ciruas Tete Supriyadi kepada Radar Banten, Senin (23/4).

Tete mengatakan, gangguan server tidak memengaruhi pelaksanaan UNBK di SMPN 1 Ciruas. Menurut dia, siswa tetap bisa mengerjakan sesuai dengan waktu yang ditentukan. “Jadi, tidak menghambat waktu pengerjaan soal,” ujarnya.

Tete mengatakan, menyediakan 110 komputer untuk UNBK 322 siswa. Peserta UNBK dibagi menjadi tiga sesi dengan jam yang berbeda-beda. Ia mengaku sudah menyiapkan 10 komputer cadangan untuk mengantisipasi komputer error.

Di Kota Tangerang, ada delapan sekolah dari 248 SMP yang melaksanakan UNBK mengalami server down. Di SMPN 6 Kota Tangerang, ujian baru dilaksanakan pukul 09.00 WIB.

Kepala Dindik Kota Tangerang Abduh Surahman langsung memantau UNBK di SMPN 6 setelah mengetahui ada gangguan server di SMPN 6. Ia mengatakan, ada delapan sekolah yang mengalami gangguan server salah satunya SMPN 6.

Meski mengalami gangguan server, Abduh mengaku tidak ada kendala yang fatal dan hanya terjadi pengeseran waktu ujian saja. “Jadi kalau mengalami gangguan dua jam, siswa juga diberi waktu tambahan. Untuk jadwal ujian selanjutnya dimundurkan,” ungkapnya.

Kepala SMPN 6 Kota Tangerang Maksum mengatakan, secara mentalitas sudah menyiapkan server down dengan memberikan simulasi sebelumnya. “Sehingga terjadi masalah seperti ini mereka sudah tahu dari mana kendalanya,” ujarnya.

Kepala Bidang Pembinaan SMP Dindik Kota Tangerang Jamalludin mengatakan, Kota Tangerang sudah melakukan target pemerintah pusat dengan memberlakukan UNBK di seluruh sekolah. “Kami siap 100 persen melakukan UNBK, ini merupakan target pemerintah juga,” katanya.

Di Kota Tangerang Selatan, gangguan server juga terjadi di sekolah-sekolah yang melaksanakan UNBK. Di SMPN 3 Tangsel, ujian baru bisa dilaksanakan pukul 08.45 WIB. Ganguan server membuat konsentrasi peserta ujian sebanyak 441 siswa pecah. Mereka tampak bingung dan cemas.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tangsel Taryono awalnya mengira kendala server UNBK yang offline untuk wilayah Kota Tangerang Selatan saja. Tetapi kemudian dia mendapatkan kabar dari rekannya di dareah lain, juga ada keluhan server ujian tidak terhubung ke server panitia pusat. Ia juga meminta pengawas, tim IT dan guru bisa meredakan kepanikan siswa.

Dia berharap UNBK hari kedua yakni matematika, bisa berjalan lebih lancar. Khususnya untuk sesi pertama. Sebab dengan terganggunya pelaksanaan UNBK sesi pertama, bisa mengganggu pelaksanaan sesi berikutnya.

Di Kota Serang, UNBK diikuti 3.450 siswa. Sementara 5.815 siswa mengikuti ujian nasional berbasis kertas dan pensil (UNKP). “Laporan yang masuk ke saya lancar. Barusan saya tanya ke Kabid SMP, dan pagi tadi juga monitor ke sekolah dan alhamdulilah lancar,” kata Sekretaris Dindik Kota Serang Wasis Dewanto.

Wasis mengatakan, masih ada sejumlah SMPN yang mengikuti UNBK menumpang di sekolah lain. Seperti SMPN 7 dan SMPN 4 yang melaksanakan di SMKN 1 Kota Serang.

Terkait masih adanya sekolah yang melaksanakan UNKP, Wasis berharap, secara bertahap seluruh sekolah dapat menggelar UNBK. “Persoalan pemenuhan komputer persoalan anggaran, hampir semua daerah. Tapi suatu saat akan UNBK semua, semoga dalam waktu singkat,” ucapnya.

Kepala Pusat Pendidikan (Kapuspendik) Kemendikbud Mochamad Abduh mengatakan gangguan server terjadi dikarenakan server yang overload. ”Jumlah peserta UNBK SMP/MTs yang sangat banyak,” katanya. Tahun ini ada 2.004.947 siswa SMP dan 689.573 siswa MTs yang mengikuti ujian. Abduh menjelaskan jika pembenahan server secara nasional dilakukan selama 30 menit.

Sementara di lapangan, penyelesaian sangat situasional. Menurut Abduh hal itu tergantung keputusan proktor, teknisi, dan pengawas. Hal ini yang menyebabkan satu sekolah dengan yang lainnya berbeda-beda dalam memulai ujian. ”Beberapa opsi lain yang bisa ditempuh, jadwalnya mundur, menambah sesi tambahan, atau mengikutsertakan dalam Unas susulan,” ujarnya.

Kemendikbud menyampaikan permintaan maaf terkait adanya kendala pada pelaksanaan UNBK SMP di hari pertama. Permohonan maaf disampaikan oleh Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat (BKLM) Kemendikbud, Ari Santoso. ”Pada prinsipnya kendala tersebut tidak berakibat fatal terhadap pelaksanaan ujian, karena waktu pelaksanaan ujian dapat dimundurkan. Misalkan gangguan terjadi 30 menit, maka pelaksanaan ujian dapat dimundurkan 30 menit juga. Yang terpenting di sini adalah siswa tidak boleh dirugikan,” katanya. (jek-you-mg11-mg08/RBG)