Setahun Nikah, Sudah Minta Sertifikat Rumah

Love Story

Love Story
Love Story

Pantas saja peran ibu tiri di setiap film atau sinetron selalu digambarkan jahat. Sebab pada dunia nyata, banyak ibu tiri yang memelihara pikiran jahat dalam benaknya. Seperti yang dilakukan Naiya (40), nama samaran. Baru satu tahun menikahi Jamin (57), juga nama samaran, Naiya minta serifikat hak atas tanah, rumah beserta perabotan, atas namanya. Buseeettt.

Parahnya lagi, ini dilakukan Naiya dengan asumsi Jamin dalam waktu dekat akan meninggal dunia. Padahal, Jamin belum berniat meninggal dunia, dia masih berusaha untuk hidup dengan melakukan terapi dan pengobatan ke berbagai tempat.

“Dia minta saya tandatangan pindah nama sertifikat tanah. Dia juga minta rumah beserta isinya diberikan kepadanya. Padahal saya masih ingin hidup, dia udah anggap saya mau mati,” kata Jamin.

Pria yang pernah bekerja sebagai pegawai negeri sipil (PNS) di Pandeglang ini mengatakan, Naiya juga sering berupaya berbuat kejam kepada anak perempuan satu-satunya. Untung, istri pertama Jamin yang telah almarhum, mendidik sang anak secara keras. “Anak saya itu berwatak keras, dia antipenindasan apalagi sampai ditindas. Makanya waktu Naiya mau berbuat macam-macam, dia bisa melawan keras,” ujarnya. Waaw, dua jempol untuk sang anak.

Alasan-alasan inilah yang dibawa Jamin ke Pengadilan Agama. Ia melayangkan permohonan cerai talak dengan alasan Naiya ingin menguasai harta kekayaannya. “Dia itu perempuan jahat, saya tidak ingin dia dekat dengan saya lagi,” terangnya.

Sebagai PNS senior, Jamin memiliki kekayaan cukup menggiurkan. Selain rumah dua lantai dengan pekarangan luas, dia pun punya beberapa petak sawah di Pandeglang. Sayang, Jamin sudah tidak terlalu produktif akibat penyakit paru-paru yang ia derita sejak 2007. Akibatnya, Jamin harus keluar kocek banyak untuk berobat dan terapi kemana-mana. “Berapa pun uang yang dibutuhkan, saya keluarkan asal bisa sembuh,” terangnya.

Kemudian pada Maret 2010, ia menikah dengan Naiya. Jamin yang berstatus duda tergoda oleh Naiya yang telah menjanda. “Dia itu salah satu supplier yang sering datang ke kantor, pihak ketiga lah. Dia dekati saya, kemudian kami menikah,” katanya.

Harapan Jamin pada awalnya, Naiya bisa menjadi pengganti istrinya yang meninggal. Selain itu, juga bisa mengisi kekosongan di dalam rumah yang telah lama selalu sepi. “Rumah saya sering sepi setelah istri meninggal. Anak pun jarang di rumah, sering main di rumah temannya. Dia pulang kalau saya ada di rumah,” ujarnya.

Naiya membawa serta dua anak perempuan. Hari-hari pertama, suasana rumah itu memang mengalami perubahan positif. “Anak-anak Naiya mau langsung akrab dengan anak saya. Naiya juga kelihatan mau mengakrabkan diri. Saya kira ini awal yang baik untuk saya dan anak,” ujarnya.

Sayang, kebaikan Naiya dan kedua anak-anaknya hanya kamuflase. Lambat laun sifat asli Naiya dan anak-anaknya keluar juga. Naiya mulai meminta hal-hal aneh kepada anak Jamin. Seperti memintanya melakukan pekerjaan rumah hingga mengatur keuangan si anak. “Naiya minta keuangan dapur dia yang atur, begitu juga uang jajan anak saya. Ketika saya percayakan itu semua, tahunya jatah jajan anak saya dipangkas,” ujarnya.

Sepertinya, Naiya terinspirasi film Cinderella, dimana tokoh antagonis bisa menguasai harta kekayaan suami karena meninggal dunia. Untung anaknya bukan Cinderella yang berhati lembut dan pemaaf. “Anak saya itu galak, seperti ibunya. Ada yang macam-macam sedikit, dia enggak pernah takut untuk berbuat keras,” katanya.

Begitu pula ketika Naiya mencoba menjahati sang anak. Naiya dilawan habis-habisan, sehingga pertengkaran demi pertengkaran tidak pernah terelakkan. “Naiya dan anak saya sering bertengkar, anak-anaknya bahkan sampai biru-biru dipukul dia. Saya saja dilabrak agar segera cerai dengan Naiya. Anak saya itu emang galak,” ujarnya.

Sang anak memang sering memperingatkan Jamin tentang wujud Naiya sebenarnya. Hanya saja Jamin tidak percaya dan tetap mencoba mempertahankan keutuhan rumah tangganya.

Hingga pada 2011 lalu, Naiya menyodorkan formulir balik nama hak atas tanah seluruh aset Jamin. Naiya meminta seluruh kekayaan Jamin segera dikuasainya, agar Jamin bisa meninggal dengan tenang.

Jelas hal ini membuat Jamin terkaget-kaget. Sebab ia belum punya rencana untuk meninggal dunia dalam waktu dekat ini. “Saya tahu Tuhan yang punya kuasa atas nyawa saya. Tapi manusia kan diberi hak ikhtiar, itu yang saya lakuan sekarang. Saya belum mau meninggal hingga anak saya punya keluarga sendiri. Tapi Naiya memperlakukan saya seolah-olah saya mau meninggal besok,” katanya.

Karena itulah, Jamin melayangkan permohonan cerai talak. Ini pun setelah Naiya dan Jamin berpisah selama sembilan bulan lamanya. “Kami sempat pisah rumah, keluarga ada yang mendamaikan tapi upaya ini tidak berhasil. Karena itu saya putuskan untuk bercerai saja,” ujarnya. (Sigit/Radar Banten)