Setahun Terjadi 345 Kecelakaan Kerja di Tangsel

0
87
Acara peberian penghargaan zero accident kepada 30 perusahaan di Telaga Seafood, Serpong, Rabu (27/9).

SERPONG – Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mencatat pada tahun lalu terjadi 345 kecelakaan semuanya terjadi di lapangan pekerjaan. Di mana 13 pekerja di antaranya meninggal dunia. Bila dihitung rata-rata, hampir setiap hari terjadi kecelakaan kerja selama satu tahun belakangan.

Kepala Disnaker Kota Tangsel Purnama Wijaya mengatakan, maraknya kasus kecelakaan kerja harus menjadi perhatian. Perusahaan mestinya menyiapkan fasilitas keamanan kerja yang baik untuk menekan terjadinya kecelakaan. Apalagi, ia mendapat laporan, gara-gara tingginya angka kecelakaan membuat perusahaan yang meraih zero accident. Yang sebelumnya sebanyak 50 perusahaan kini hanya 30 perusahaan saja.

”Itu data yang kita pegang soal kecelakaan kerja. Ternyata banyak juga insiden kecelakaan yang belum terdata. Saya dapat info, beberapa waktu lalu ada kecelakaan kerja di salah satu proyek yang menyebabkan tiga orang meninggal,” kata Purnama dalam pemberian penghargaan zero accident kepada 30 perusahaan di Telaga Seafood, Serpong, Rabu (27/9).

Selain angka kecelakaan kerja, masalah upah minimum kota (UMK) juga menjadi sorotannya. Ini lantaran ada 20 perusahaan gulung tikar di tahun 2017 ini gara-gara masalah upah minimum yang diterapkan.

”Kita sayangkan adanya perusahaan gulung tikar. Coba dikoordinasikan dulu, kan kita bisa menetapkan minimum UMK yang mampu mereka bayar,” ujar Purnama.

Nantinya, seluruh perusahaan di Kota Tangsel yang berjumlah 2.700 ini bisa berkoordinasi dengan pemkot untuk menghindari terjadinya perusahaan gulung tikar gara-gara UMK. ”Komunikasi itu penting, supaya antara pemkot dan perusahaan tidak ada yang saling menekan,” ujar Purnama.

Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie mempertanyakan pelaksanaan dan pengawasan kesehatan dan keselamatan kerja (K3) belum optimal. Maka itu, pencegahan kecelakaan dan penyakit akibat kerja harus diwujudkan guna menciptakan tempat kerja yang aman, nyaman, dan mendorong produktivitas. Maka upaya yang paling tepat dalam menerapkan K3 adalah dengan memberikan penghargaan kecelakaan nihil (zero accident award), yang pada 2017 ini berjumlah 30 perusahaan.

”Tujuan pemberian penghargaan zero accident untuk memberikan apresiasi bagi perusahaan dan tenaga kerja yang telah berhasil menerapkan program keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dan memberikan motivasi kepada yang lainnya,” ungkapnya. (MG-04/RBG)