ilustrasi (net)

CILEGON – Warga di RT 02 RW 04 lingkungan Pakis Haji, Kelurahan Bulakan, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon digegerkan dengan kabar bunuh diri salah seorang warga setempat, Sabtu (2/1/2016). Adalah Warmi (23), seorang ibu rumah tangga (IRT) yang memutuskan mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.

Menurut keterangan yang dihimpun dari Sri, tetangga korban, sebelum insiden itu diketahui, sempat terjadi pertengkaran mulut antara korban dan Yanto (24) suaminya. “Ngga tahu ributnya kenapa. Setelah (pertengkaran) itu, Yanto keluar mau nyetak bata (batu bata),” ujarnya.

Korban tewas mengenaskan dengan cara mengikatkan lehernya pada seutas kain berwarna biru yang dililitkan menyerupai tali, dan tersambung pada atap gubuk yang selama ini digunakan sebagai areal pabrik pencetakan batu bata keluarga korban. “Ngga lama, Yanto itu memanggil saya minta bantuan. Soalnya dia (Yanto) ngeliat, istrinya sudah tergantung (gantung diri),” imbuhnya.

Saat diselamatkan, korban diketahui masih bernyawa. Tak pikir panjang, korban pun langsung dibawa suaminya ke bidan terdekat untuk mendapatkan pertolongan. Atas saran bidan, korban akhirnya dilarikan ke Puskesmas Cibeber. “Waktu di Puskesmas, dia (Warmi) dinyatakan meninggal,” katanya.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Cibeber Ipda Subarkah yang dikonfirmasi melalui telepon genggamnya mengaku saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan atas kasus tersebut. “Saat ini kita masih lakukan olah TKP, sambil meminta keterangan saksi-saksi,” ujarnya kepada Radar Banten Online.

Disinggung apakah insiden itu dipicu lantaran persoalan ekonomi, Subarkah mengaku¬†belum dapat menyimpulkannya. “Masih praduga, belum bisa kita yakinkan (motif gantung diri). Datanya kita matangkan dulu ya,” tandasnya. (Devi Krisna)