Setelah Digugat, Polres Serang Tangguhkan Penahanan Lima Tersangka

SERANG – Polres Serang digugat dalam kasus dugaan penculikan Direktur Operasional PT Gooyang Sam Won, Kim Sang Geun. Sebelumnya Polres Serang melakukan penahanan terhadap lima tersangka.

Namun setelah adanya upaya praperadilan oleh kuasa hukum kelima tersangka, penahanan ditangguhkan. Kelima tersangka adalah Mad Soleh, Batak, Sabli, Rosidi dan Mamat yang sebelumya mendekam di Rumah Tahanan Polres Serang.

Sidang praperadilan ini sendiri resmi dihentikan prosesnya oleh Hakim Tunggal Pengadilan Negeri Serang Hengki Hendradjaja.

Adanya penangguhan penahan oleh penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Serang dicurigai oleh mantan penasehat hukumnya Muhammad Yusuf. Sebelum kelima ditahan, Yusuf mengatakan sudah mengajukan surat permohonan agar kliennya tidak ditahan.

Namun surat pengajuan agar kelima tersangka tidak ditahan tidak mendapat respons dari kepolisian. Pada akhirnya, pihak kepolisian tetap melakukan penahanan.

“Kalau memang kepolisian proses benar, hadapi saja gugatan praperadilan. Kalau sudah sesuai prosedur enggak perlu khawatir upaya praperadilan,” ujar Muhammad Yusuf, Selasa (29/12/2015).

Yusuf meyakini penetepan tersangka kelima kliennya tidak sesuai karena tidak memenuhi unsurnya. “Unsur uraian penculikan harus ada niatan membuat sengsara, menurut R Soeroso (ahli hukum) dijelaskan ada masukan sengsara itu ada tujuan menculik. Itu bukan menculik tapi massa tidak satu atau dua, dan tujuannya melaporkan dan bukan dirahasiakan,” jelas Yusuf.

Dikonfirmasi terpisah, Kaur Bin Ops Satreskrim Polres Serang Iptu Atip Ruhyaman membantah penangguhan penahan tersebut terkait dengan gugatan praperadilan. Menurutnya ditangguhkannya penahanan kelima tersangka yang bersamaan dengan gugatan praperadilan tersebut terjadi karena kebetulan.

“Bukan masalah gugatan (penangguhana penahanan), hanya secara kebetulan saja. Tidak ada intervensi,” ucap Atip.

Menurut Atip ditangguhkanya penahanan kelima tersangka sudah sesuai dengan mekanisme yang ada dan pertimbangan dari penyidik. “Ada permohonan dari keluarga tersangka, tidak menghilangkan barang bukti dan kooperatif yang menjadi pertimbangan,” ujar Atip. (Wahyudin)