Setelah Empat Hari Diburu, Monyet Liar Tertangkap di Cilegon

CILEGON – Empat hari gencar melakukan perburuan monyet liar di Lingkungan Babakan Seri, Kelurahan Taman Sari, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon akhirnya seekor monyet yang telah meresahkan warga itu dapat tertangkap, Selasa (12/12).

Penangkapan itu dilakukan oleh petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Barat wilayah Banten bekerjasama dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Cilegon yang juga dibantu warga sekitar.

Petugas BKSDA Jabar wilayah Banten, Uday Udaya dihubungi Radar Banten Online melalui telepon selular pada malam hari ini mengungkapkan, monyet yang tertangkap sekira pukul 14.30 WIB dengan cara menggunakan perangkap atau kandang jebakan tersebut termasuk jenis primata kera abu-abu ekor panjang.

“Ini monyet yang memang kita buru yang konflik dengan warga. Monyet yang lain sih tidak mengganggu, cuma yang ini yang korbannya mencapai 16 orang anak-anak. Jadi setelah ini tertangkap perburuan kita hentikan,” ujar Uday.

Terpisah, drh Abraham, Medik Veteriner pada DKPP Kota Cilegon menyebut dalam rangka memenuhi aspek kesejahteran hewan ia menyarankan kepada pihak BKSDA untuk merehabilitasi dan memeriksa kesehatan monyet tersebut sebelum kembali dilepasliarkan.

“Kera tersebut telah mengalami obesitas (kegemukan). Terlalu lama telah berinteraksi dengan manusia (5 tahun dalam pemeliharaan) sehingga dikhawatirkan mengalami penurunan kemampuan survival (bertahan hidup) di alam liar,” ucapnya melalui pesan WhatsApp.

Abraham mengimbau kepada masyarakat yang masih memelihara kera dan satwa liar lainnya agar menyerahkan satwa tersebut kepada pihak BKSDA karena satwa liar tidak bisa dijadikan hewan kesayangan (pet animal).

“Banyaknya penangkapan satwa liar di Provinsi Banten dengan kondisi yang menghawatirkan, diharapkan KLHK dapat mempertimbangkan untuk membangun pusat penyelamatan satwa di Provinsi Banten sebagai tempat rehabilitasi satwa liar,” pungkasnya. (Riko Budi Santoso/rikosabita@gmail.com)