SERANG – Sebanyak 60 pasangan suami istri mengikuti isbat nikah terpadu di halaman Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Serang, Selasa (19/4). Mereka adalah pasangan suami istri yang sudah menikah, namun nikah di bawah tangan atau siri.

Isbat terpadu ini dilaksanakan atas kerjasama Institute Kewarganegaraan Indonesia (IKI), Kantor Kementerian Agama Kota Serang, Pengadilan Agama Serang, dan Disdukcapil. “Sangat penting khususnya bagi mereka yang tidak mampu,” kata Ketua IKI Saefullah Maksum di sela-sela acara.

Menurut Saefullah, sidang isbat ini diperuntukan bagi pasangan suami istri yang sudah menikah secara agama. Namun belum tercatat dalam dokumen pernikahan di Kementerian Agama. 

Dijelaskannya, istilah pelayanan terpadu karena setelah dilakukan sidang isbat nikah oleh hakim tunggal, selanjutnya penetapan tersebut langsung mempunyai kekuatan hukum tetap dan data tersebut terakses secara online ke Kantor Urusan Agama (KUA) untuk dibuatkan Buku Kutipan Akta Nikah. Lalu dari KUA terakses secara online ke Disdukcapil untuk dibuatkan Kartu Keluarga dan Akta Kelahiran bagi pasangan yang telah mempunyai anak.

Walikota Serang Syafrudin mengapresiasi agenda tersebut. Program tersebut sangat membantu pasangan suami istri yang tidak mampu. “Isbat nikah berdasarkan program pemerintah pusat ke daerah. Karena itu kami berharap pada lembaga terkait setelah ini menindaklajuti,” katanya.

Kata Syafrudin, di Kota Serang masih ada 3.000 warga yang menikah di bawah tangan. Karena itu, tahun depan Kota Serang akan menganggarkan agar semua warga yang menikah siri dapat tercatat secara resmi oleh negara. “Mudah-mudahan dari tiga ribu masyarakat yang sudah menikah dan belum mempunyai buku nikah bisa teratasi,” ujarnya. (Ken Supriyono)