Setengah Telanjang, Pasangan Mesum Digerebek Satpol PP

0
970 views
Petugas dari Satpol PP Kota Cilegon melakukan pendataan dalam operasi yustisi di Kecamatan Cibeber, Selasa (7/7).

CILEGON – Satu pasangan belum menikah terjaring operasi yustisi yang digelar oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) PP Kota Cilegon bersama Polres Cilegon, dan Kodim 0623/Cilegon di salah satu kos-kosan di Kelurahan Cibeber, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon, Selasa (7/7).

Selain diketahui belum menikah, pasangan itu pun tidak bisa menunjukan dokumen kependudukan atau surat keterangan domisili Kota Cilegon. Akibatnya, pasangan itu pun digiring oleh petugas ke kantor kelurahan.

Pantauan Radar Banten, saat didatangi petugas, pasangan remaja 20 tahunan itu sedang berada di dalam kamar dengan kondisi pintu tertutup.

“Saat kita gedor, pasangan itu baru bangun tidur, kita lihat mereka setengah telanjang,” ujar Kasi Koordinasi PPNS dan Pengembangan SDM Satpol PP Kota Cilegon Zuhansyah Harahap usai operasi.

Karena tidak bisa menunjukkan dokumen kependudukan pasangan itu pun digiring oleh petugas ke kantor Kelurahan Cibeber untuk dimintai keterangan lebih lanjut dan dilakukan pembinaan.

Selain mengamankan pasangan tersebut, dalam kesempatan yang sama, petugas pun mengamankan dua pasangan belum nikah lainnya di kamar kos-kosan di Kelurahan Kalitimbang, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon.

Di Kelurahan Kedaleman, Kecamatan Cibeber, petugas menemukan sembilan orang anak dibawah umur, satu perempuan dewasa, dan satu orang bayi berada di dalam satu kamar kos-kosan berukuran tiga kali empat meter. Dari sembilan remaja itu satu orang diantaranya perempuan berusia sekira 15 tahun.

Saat didatangi petugas mereka sedang dalam keadaan tidur. Setelah bangun, petugas pun meminta kepada seluruh orang yang berada di dalam kamar kos-kosan itu untuk keluar dan dilakukan pendataan.

Berdasarkan hasil pendataan petugas, mayoritas merupakan warga Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang.

Setelah dilakukan pendataan, remaja-remaja termasuk perempuan dengan satu orang bayi pun diminta pulang ke kediaman masing-masing dan diminta untuk tidak kembali berkumpul mengingat saat ini masih masa pandemi Covid-19.

“Kami menyayangkan karena selain mayoritas di bawah umur, juga ada bayi di dalam satu ruangan yang sempit,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Penegakan Perundang-undangan Satpol PP Kota Cilegon Sofan Maksudi operasi itu digelar dalam menegakan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 7 Tahun 2015.

Tujuan utama operasi itu adalah untuk memastikan dokumen kependudukan masyarakat yang tinggal di Kota Cilegon.

“Operasi kita lakukan di tiga kelurahan yaitu, Kedaleman, Cibeber, dan Kalitimbang,” paparnya.

Dari operasi itu sebanyak 32 penghuni kontrakan atau kos-kosan diamankan dan digiring ke kantor kelurahan karena tidak bisa menunjukkan dokumen kependudukan dan surat keterangan domisili.

Kata Sofan, dari hasil operasi itu akan dilaporkan ke dinas terkait untuk ditindak lanjuti. “Bagi yang tidak memiliki dokumen ada laporan khusus, nanti dari hasil ini dinas terkait yang melakukan kajian,” ujarnya.

Sofan berharap masyarakat untuk membuat dokumen kependudukan demi keamanan dan ketertiban lingkungan. Ia juga berharap masyarakat tidak menjadikan kamar kontrakan atau kos-kosan untuk kegiatan yang meresahkan masyarakat dan melanggar hukum. (bam/air)