Setiap Hari Jumat di Kecamatan Citangkil Wajib Gunakan Bahasa Jawa

0
86

CILEGON – Rencana Pemkot Cilegon menjadikan bahasa daerah asli Cilegon menjadi peraturan wali kota kian banyak mendapat dukungan. Kali ini, Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon menetapkan penggunaan bahasa jawa asli Cilegon atau bebasan itu diterapkan setiap Jumat di lingkungan kerjanya.

Camat Citangkil, Joko Purwanto mengaku penerapan tersebut telah ditetapkan olehnya mulai hari ini, saat acara sosialisasi peningkatkan pelestarian bahasa daerah Jawa Banten dan seni tradisional ubrug yang berlangsung di aula Kecamatan Citangkil, Rabu (22/11).

Dijelaskannya, tujuannya untuk membumikan kembali bahasa daerah yang kini penggunaannya semakin memudar, khususnya bagi kalangan para pemuda dan remaja.

“Ini dalam upaya melestarikan bahasa daerah jawa Banten. Bukan hanya di Kecamatan tapi juga diseluruh kelurahan di wilayah Citangkil khususnya di bagian pelayanan masyarakat akan menggunakan bebasan dalam melayani masyarakat. Satu hari berbahasa Jawa Banten yakni setiap hari Jumat,” katanya.

Sementara itu, Entik Atikoh selaku Sekretaris Kecamatan Citangkil mengaku prihatin dengan bahasa daerah Jawa Banten yang saat ini sudah terasa asing di telinga masyarakat. Hampir kalah dengan persaingan bahasa modern yang seketika bisa viral dan menghipnotis masyarakat menggunakan bahasa itu.

“Kita sangat menginginkan agar bahasa bebasan ini bisa dilestarikan kembali baik di pemerintahan maupun dikeluarga masing-masing. Agar bukan hanya keturunan kita sebagai warga asli Cilegon saja yang tahu, tapi juga warga pendatang dari luar daerah juga tahu,” harapnya.

Ditempat yang sama, Asda 1 Pemkot Cilegon Taufiqurohman sangat mendukung langkah yang dilakukan oleh pihak Kecamatan Citangkil dalam upaya melestarikan bahasa asli Jawa Cilegon. “Saat ini pemerintah kota sedang membuat peraturan Walikota (Perwal) tentang bahasa Daerah Jawa Banten, yang rencanya akan didorong agar bahasa daerah Jawa Banten ini bisa masuk ke dalam dunia pendidikan yakni muatan lokal,” ucapnya. (Riko Budi Santoso/rikosabita@gmail.com)