Setiap Hujan Banjir, Kondisi JLS Dikeluhkan

Sejumlah pengendara melintas di Jalan Lingkar Selatan (JLS), Kecamatan Cibeber, yang tergenang usai diguyur hujan, Senin (6/1).

CILEGON – Kondisi Jalan Lingkar Selatan (JLS) di kilometer pertama, tepatnya di Kecamatan Cibeber, dikeluhkan warga. Hal itu karena setiap hujan, jalan yang menghubungkan akses tol Cilegon Timur dengan Ciwandan itu selalu tergenang.

Warga menilai kondisi itu cukup mengganggu serta membahayakan. Genangan air yang cukup tinggi membuat masyarakat harus berhati-hati agar tidak terjatuh serta menghindari cipratan air dari kendaraan lain yang melintas.

Pantauan Radar Banten, akibat genangan tersebut banyak pengendara sepeda motor terpaksa menaiki trotoar karena dinilai lebih aman.  Adi Hidayat, saat ditemui di salah satu pedagang kaki lima mengaku risi dengan kondisi jalan tersebut. Menurutnya, akibat genangan air, masyarakat tidak tahu mana kondisi jalan yang bagus dan tidak licin. Padahal jalan tersebut merupakan jalan yang padat dilalui pengendara.

“Saya kalau mau berangkat kerja, waswas takut baju basah kecipratan, waswas juga takut jatuh, kan di jalan ini ada yang retak juga,” ujar Adi, Senin (6/1).

Adi menduga hal itu terjadi karena sistem drainase di jalan tersebut tidak baik. Air hujan yang tumpah dari langit tidak mengalir dengan baik. “Lubangnya pada ketutup kayaknya itu,” tuturnya.

Ia berharap, pemerintah segera bertindak sebelum kecelakaan terjadi akibat kondisi tersebut. Selain itu, agar masyarakat yang melintas pun merasa tenang dan nyaman.

Hal senada pun diutarakan oleh Abdul Rosyid, ditemui di salah satu lapak durian yang berada di trotoar JLS. Rosyid menilai kondisi itu sangat membahayakan masyarakat, terlebih truk berukuran besar juga melintasi jalan itu. “Waduh kalau ada yang jatuh bukan cuma basah, bisa kelindes truk, bahaya,” paparnya.

Ia menilai pemerintah tidak boleh abai terhadap kondisi tersebut. Pemerintah menurutnya harus sigap menanggapi sesuatu sebelum hal yang membahayakan terjadi dan masyarakat menjadi korban.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kota Cilegon Ridwan mengaku akan segera menyikapi kondisi jalan tersebut. Ia memastikan penanganan dilakukan dalam waktu dekat. “Besok (hari ini), akan kita survei,” ujar Ridwan.

Survei itu dilakukan untuk mengetahui persoalan yang terjadi dan penyebab genangan air itu kerap terjadi. Setelah survei dilakukan, pihaknya akan langsung melakukan tindakan. (bam/ibm/ira)