Setoran Awal Rp100.000, Hari Tua Terjamin di DPLK Bank BJB

0
1221

BANDUNG, BANTEN RAYA – Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) Bank BJB menjadi pilihan menarik bagi masyarakat untuk mempersiapkan dana pensiun di hari tua.

Corporate Secretary Bank BJB Widi Hartoto mengatakan, cukup dengan setoran awal Rp100.000, fasilitas DPLK Bank BJB ini dapat dinikmati oleh pekerja formal maupun informal, baik pekerja kantor, buruh pabrik, petani, peternak, nelayan, pedagang, tukang ojek, sopir, pekerja paruh waktu, atlet, dan lain sebagainya.

“Syarat kepesertaan sangatlah mudah, yakni minimal usia 18 tahun dan menyediakan identitas diri serta dokumen pendukung lainnya. Biaya setoran awalnya pun sangat terjangkau, cukup dengan Rp100.000 Anda sudah menjadi nasabah BJB DPLK. Untuk setoran selanjutnya, jumlah minimal yang ditentukan adalah Rp50.000 setiap bulan,” kata Widi dalam keterangan tertulis kepada Banten Raya, Rabu (27/1).

Ia mengatakan, peserta dapat memilih frekuensi iuran secara fleksibel disesuaikan dengan kemampuan. Kemudian calon peserta juga dapat memilih usia pensiun antara usia 45-65 tahun.

Sistem BJB DPLK ini juga, kata Widi, berbeda dengan tabungan konvensional. Tak hanya menabung dan mengendapkan dana, jumlah uang nasabah juga akan berkembang secara optimal dalam paket investasi.

“Dengan mengikuti DPLK, berarti telah menginvestasikan uang untuk dikembangkan kepada beberapa instrumen investasi seperti obligasi, reksa dana, saham dan pasar uang,” kata dia.

Berdasarkan simulasi yang dilakukan perbankan, peserta akan mendapatkan manfaat pengembangan rata-rata sebesar 7 persen dengan rentang waktu investasi 25 tahun. “Persentase pengembangan tersebut bisa menjadi lebih tinggi lagi jika nasabah memilih strategi investasi yang tepat,” katanya.

Widi menuturkan, fasilitas DPLK Bank BJB juga memiliki kelebihan jangka waktu penarikan yang fleksibel di mana peserta yang sudah memasuki masa kepesertaan minimal dua tahun dapat melakukan penarikan iuran sebanyak tiga kali dalam satu tahun dengan jarak waktu satu bulan per penarikan sebesar 25 persen dari akumulasi iuran (tidak termasuk dana pengembangan). (*/fikri)