SM (kanan), dukun yang mencabuli dua gadis kembar diperiksa polisi.

SERANG – Perbuatan bejat SM (48) akhirnya terbongkar. Kamis (22/2) malam, warga Desa Cisait, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang, itu diamankan polisi. Lelaki yang dipercaya sebagai ‘orang pintar’ itu dituduh menyetubuhi dua orang pasiennya berulangkali hingga hamil.

April 2017, SM dilaporkan oleh orangtua MS (18) dan PH (18) ke Mapolda Banten. SM dituding telah menyetubuhi saudari kembar itu hingga MS melahirkan seorang putri. Berbekal laporan tersebut, penyidik Subdit IV Reknata Ditreskrimum Polda Banten melakukan penyelidikan. “Tadi malam diamankan di rumahnya. Kenapa baru diamankan sekarang, karena harus menunggu hasil DNA anak yang dilahirkan korban. Setelah dicek, DNA-nya identik dengan pelaku,” kata Kasubdit IV Reknata Ditreskrimum Polda Banten Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Irwansyah di ruang kerjanya, Jumat (23/2).

Peristiwa itu bermula saat MS dan PH mengalami depresi. Pada 2015, orangtua MS dan PH memutuskan untuk membawa putri kembarnya ke kediaman SM. Berdasarkan informasi yang diperoleh, SM dipercaya dapat mengobati penderita gangguan jiwa.

Pengobatan warga Kalideres, Jakarta Barat, itu mulai dilaksanakan Juli 2015 hingga Desember 2016. Metode pengobatan dipercayakan sepenuhnya kepada SM. Saat dilakukan pengobatan, orangtua korban selalu berada di luar ruangan. Entah bagaimana, kedua korban itu berangsur-angsur pulih.

Namun, tanpa diketahui orangtua korban, MS dan PH secara bergiliran disetubuhi SM. MS dan PH pertama kali disetubuhi SM ketika menginap di sebuah hotel di Kota Serang. “Jadi, ibu dan dua korban ini menyewa dua kamar hotel di Serang. Mereka habis ziarah ke Banten Lama. Karena kemalaman, menginap di hotel. Satu kamar digunakan pelaku menyetubuhi MS dengan alasan mengobati. Ibunya ada di kamar satunya bersama PH. Selesai dengan korban, pelaku pindah ke kamar PH. Sementara, ibunya gantian pindah ke kamar MS,” jelas Irwansyah.

Perbuatan mesum itu membuat teknisi sebuah perusahaan di Cikande ketagihan. Hampir setiap kali pengobatan, SM meminta kedua remaja itu melayani nafsu bejatnya. Setidaknya, SM telah sembilan kali menyetubuhi kedua orang korbannya. “Sempat juga di areal persawahan. Kadang di rumah orangtua korban di Jakarta,” kata Irwansyah.

Supaya nafsunya dilayani korban, SM selalu beralasan jika menolak hubungan intim keduanya akan menderita gangguan jiwa kembali. “Ditakuti, kalau tidak mau, penyakitnya akan kambuh lagi,” ucap Irwansyah.

Polisi menjerat SM dengan Pasal 81 dan Pasal 82 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukuman 15 tahun. “Saat kejadian kedua korban masih sekolah SMA dan di bawah umur,” tegas Irwansyah.

Sementara SM membantah perbuatan tersebut atas dasar ancaman. Dia mengaku perbuatan itu dilakukan atas dasar suka sama suka. “Enggak pernah mengancam, suka sama suka. Saya sudah sepuluh tahun mengobati. Enggak buka praktik, kalau ada yang minta tolong baru saya obati,” kata lelaki yang memiliki dua istri tersebut. (Merwanda/RBG)

BAGIKAN