Siap Berangkat dengan Rencana Tepat, Yuk Bikin Itinerary

0
798 views
Zetizen

PADA pengujung tahun kayak gini, hawa-hawa liburan udah mulai terasa nih, Guys. Setelah berbulan-bulan dibuat pusing sama tugas sekolah, kamu pasti pengin liburan kan? Nah, biar liburanmu fun dan nggak zonk, bikin rencana perjalanan alias itinerary liburanmu itu wajib hukumnya. That’s why, udah ada dua traveler kece yang sharing seputar itinerary liburan di dua tempat pilihan Zetizen, yakni Australia dan Raja Ampat. Yuk simak cerita mereka yang selalu membuat itinerary!

Explore Aussie ala Trinity
’To be honest, perjalananku ke Australia kali ini bukan kali pertama. That’s why, aku menyiapkan itinerary sehingga benar-benar bisa mengeksplorasi Australia. Yep, kali ini aku bikin itinerary yang nggak hanya mencakup tujuan di wilayah kota tapi juga alam Australia. Nah, berkeliling wilayah New South Wales menjadi tujuan liburanku. Sebab, berbagai tujuan yang saling berdekatan bikin aku bisa menyusun itinerary lebih efektif.

Perjalananku dimulai di Kota Sydney. Bersantai di Darling Harbour, wilayah pelabuhan Kota Sydney, benar-benar adalah pilihan terbaik buat melepas lelah selepas flight panjang karena suasananya yang supercozy. Malamnya, aku dining di Sydney Tower Buffet. Buat yang suka sandboarding, Port Stephens yang berjarak 160 km dari Sydney juga bisa jadi tujuan bagus tuh!

Dreamworld dan Surfers Paradise menjadi tujuan wisata kota. Soalnya, dua tempat itu punya reputasi wisata yang oke banget di Sydney plus lokasinya dekat. Waktu aku pergi ke sana, Australian Outback Spectacular lagi diadakan. Langsung aja aku gabung dan makan barbeque sambil menonton kisah kehidupan para penduduk asli Outback (wilayah pedalaman di tengah benua).

Nah, nggak cuma menjelajah kota, aku juga memasukkan wisata alam yang seru dalam list. Pada tiga hari terakhir, aku naik balon udara dan menikmati sarapan di perkebunan anggur Canungra Valley yang dilanjutkan dengan ketemu koala di Currumbin Wildlife Sanctuary. Besoknya, jet boating menjadi destinasi utama sebelum aku siap-siap pulang.

So, cuma dalam 5 hari, bisa dibilang aku udah merasakan hampir seluruh wisata yang ditawarkan. That’s why, aku ngerasa bahwa itinerary yang dibuat dan dipersiapkan dengan matang itu bakal bikin liburan jauh lebih seru!’’

Explore Raja Ampat ala Asoka Remadja
’’Kata orang, kalau surga itu bocor, Raja Ampat adalah hasil bocornya. Statement yang nggak berlebihan mengingat pemandangan flawless Pulau Kri yang menyambut kedatanganku benar-benar unforgettable! Nggak gampang loh menemukan homestay yang di depannya langsung terlihat laut superindah berhias bayi-bayi hiu berenang bebas.

Yep, kebanyakan itinerary liburanku ke Raja Ampat ini emang aku buat berdasar rekomendasi teman dan browsing di internet. And I can tell you bahwa menyusun itinerary kayak gini itu penting banget buat memaksimalkan waktu dan tenaga yang ada. Sebab, kalau nggak punya jadwal, kamu benar-benar bisa lost in thought dan akhirnya malah mondar-mandir nggak efektif di sini.

Dengan itinerary ini, aku sukses menyaksikan keindahan gugusan Pulau Raja Ampat dari puncak bukit di Pulau Wayag sekaligus warna-warni kehidupan laut di perairan Pulau Arborek. Sebagus apa pemandangannya? Nggak usah ditanya deh. Nggak ada duanya!

Meski banyak pilihan tempat untuk menyelam, aku milih Pulau Arborek karena jaraknya yang dekat dengan Pulau Yenbuba, destinasi selanjutnya. Nah, karena ada waktu lebih, aku menyempatkan snorkeling lagi di Pulau Friwebonda yang udah lebih dekat dengan Kota Sorong sebelum pulang. All, and all, itinerary yang aku susun ini sukses bikin aku nggak mau pulang ke Jakarta, hehehe.’’

Holiday+ Itinerary = Happy!

Itinerary adalah rencana atau daftar yang mengurutkan kegiatan perjalanan wisata secara kronologis, lengkap dengan informasi pendukung seperti lokasi, jumlah hari, akomodasi, dan transportasi, serta hal pendukung lainnya seperti biaya tambahan dan catatan lainnya. Apa sih keuntungannya? Yuk, simak pendapat Gen Z Banten.

“Liburan dengan rencana perjalanan itu bermanfaat sekali, pertama lebih efektif nggak buang waktu dan tenaga serta bensin, karena saya biasanya berlibur dengan keluarga dan naik kendaraan pribadi. Selain itu, tempat yang ingin dituju tercapai semua, jadi pulang liburan nggak ada rasa kesal karena belum kesampaian,” curhat Nanda Mulyana, Gen Z yang hobi wisata ini.

Kalau nggak pakai itinerary memangnya kenapa? “Yah, jadi biasa saja liburannya, ke tempat itu lagi-itu lagi, nggak pernah efektif perjalanannya, misalnya mau ke dua tempat, kita baru merencanakan sewaktu di rumah, padahal kita baru saja dari tempat tersebu. Alhasil, kalau hari ini sudah ke tempat A besoknya ya ke tempat A lagi karena tempatnya berdekatan dan tempat yang bisa dituju hanya sedikit, apalagi kalau nggak tahu jalannya,” celoteh Aldi Niko, Gen Z yang duduk di bangku SMPN 2 Kramatwatu ini.

Hmm jadi tahu kan banyak sekali manfaatnya. Yuk coba bikin itinerary sendiri. (hellen-zetizen/raf/zee)