Yusril Ihza Mahendra. Foto: dok.JPNN

JAKARTA – Pengacara kondang Profesor Yusril Ihza Mahendra siap melawan Basuki T Purnama alias Ahok dalam Pemilihan Gubernur DKI Jakarta pada 2017 mendatang. Bahkan, ia akan menempuh dua cara sekaligus agar bisa jadi calon, yakni lewat partai dan independen.

Lantas, apa yang menjadi concern mantan Menteri Kehakiman itu di Ibukota? Ketika ditemui di sela-sela perayaan ulang tahunnya ke-60 di hotel Bidakara Jakarta, Sabtu (6/2/2016), Yusril menyebut sejumlah persoalan.

“Hehe… Ini sudah terlalu jauh. Sebenarnya masalah Jakarta itu tidak jauh-jauh dari kemacetan, banjir, sampah dan pemukiman kumuh,” kata Yusril.

Selain itu, dia juga bicara soal ketersediaan lapangan kerja di Jakarta, terutama bagi rakyat kecil yang selama ini hidup di pasar-pasar tradisional, pedagang kaki lima, pedagangan asongan.

“Saya pelanggan setia pasar-pasar tradisional itu, hampir tiap minggu saya pergi ke banyak pasar untuk belanja sendiri, masak sendiri di rumah. Muara Angke gak ada yang tak kenal penjual ikan di situ,” jelasnya.

“Saya sangat concern dengan persoalan-persoalan seperti itu, karena tingkat pendidikan masyarakat sudah menengah ke atas dan insiatif masyarakat sudah cukup tinggi tapi banyak hal yang harus dibenahi,” tegasnya.(fat/jpnn)