Siap Jadi Tuan Rumah Porprov, Pemkab Tangerang Inventarisasi Venue

Porprov
Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar mendengarkan pemaparan persiapan Porprov V Banten di ruang kerjanya, kemarin. (Foto: Istimewa)

TANGERANG – Keinginan untuk menggelar Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) V Banten tahun 2018 sebagai standar terbaik pelaksanaan multievent olahraga di Banten coba diwujudkan Pemerintah Kabupaten Tangerang. Langkah awal yang dilakukan Pemkab dan stakeholder olahraga di Kabupaten Tangerang adalah mengoptimalkan persiapan sejak awal 2016, seperti dilansir Harian Radar Banten.

Optimalisasi kegiatan persiapan diawali dengan terus menginventarisasi prasarana dan sarana olahraga yang dimiliki Kabupaten Tangerang. Inventarisasi ini diharapkan menjadi data awal Pemkab dan KONI Kabupaten Tangerang untuk memastikan ketersediaannya untuk Porprov V 2018 nanti.

“Meski sampai saat ini kami masih menunggu SK (surat keputusan-red) dari Pemprov (Pemerintah Provinsi) Banten tentang penetapan tuan rumah Porprov sebagai payung hukum kami untuk berkerja, tapi persiapan untuk Porprov telah kami lakukan. Persiapan yang kami lakukan lebih tertuju pada inventarisasi, sehingga saat SK sudah kami dapat, kami bisa langsung action (bekerja-red),” jelas HM Komarudin, Ketua Umum KONI Kabupaten Tangerang, saat melaporkan persiapan Porprov kepada Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar.

Inventarisasi yang dilakukan seperti mengecek dengan seksama kondisi terkini pembangunan venue Sport Center, Bojong Nangka, Kelapa Dua. Dari pengecekan yang dilakukan bisa diketahui jumlah cabor yang bisa dipertandingkan di venue-venue yang ada di Sport Center.

“Kami melakukan pengecekan ke Dinas Cipta Karya yang berwenang dengan pembangunan, karena kami tidak ingin ada penggunaan ganda saat Porprov nanti. Kami juga mencari informasi venue yang tengah dibangun cocok untuk melaksanakan pertandingan cabor apa saja,” jelas Eka Wibayu, Sekretaris Umum KONI Kabupaten Tangerang.

“Misalnya untuk GOR, selain untuk bola basket dan bola voli apakah bisa juga digunakan untuk bulutangkis. Itu secara teknis kita juga tanya ke Pengcab,” imbuh Eka.

Contoh inventarisasi terkait sarana adalah untuk cabor renang. Diungkapkan Eka, karena rencananya pertandingan digelar di venue milik swasta sehingga KONI Kabupaten Tangerang mendata fasilitas apa saja yang dimiliki di tiap venue.

“Karena opsi penggunaan venue renang ada beberapa tempat jadi kami inventarisasi dulu fasilitasnya. Seperti, apakah kolam renang yang ada memiliki papan sentuh waktu dan standar lain yang diwajibkan tiap cabor,” ucap pria yang juga General Manager Persita itu.

Inventarisasi venue juga menjadi arahan yang diberikan Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar saat menerima pengurus KONI Kabupaten Tangerang. Diungkap bupati, inventarisasi dibutuhkan selain agar saat pelaksanaan bisa optimal karena dipersiapkan jauh-jauh hari, juga untuk mempersiapkan kebutuhan anggaran.

“Dengan kemampuan anggaran yang ada kita coba persiapkan secara optimal, selain itu inventarisasi juga kita butuhkan agar kita bisa mencari solusi jika ada kendala. Kita siapkan plan A sampai Z tapi kita juga siapkan solusi terbaiknya jika plan A tidak jalan,” tutupnya. (RB/apw/alt/ags)