Siapkan Kejurnas, Atlet Silat Tetap Berlatih

SERANG – Atlet pencak silat Pusat Pembinaan dan Latihan Pelajar (PPLP) Banten tetap melakukan aktivitas latihan seperti biasa. Ramadan tak membuat porsi latihan berkurang. Soalnya, atlet harus tampil di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) antar PPLP di Provinsi Aceh, Juli 2019.

Pelatih pencak silat PPLP Banten Aminudin mengatakan, tidak ada pengurangan jam latihan atlet selama Ramadan. “Latihan atlet sama seperti bulan-bulan biasanya, tidak ada yang dikurangi. Latihan rutin dari hari Senin hingga Sabtu, dimulai dari pukul 16.00 hingga 18.00 WIB. Untuk program latihan dari hari Senin hingga Kamis, atlet latihan beban, di hari lainnya, baru atlet dilatih teknik, kecepatan dan kelincahan,” kata pria yang akrab disapa Abah Amin itu, Rabu (15/5).

Dikatakannya, program latihan atlet sudah memasuki tahap pra kompetisi, dikarenakan Juli mendatang atlet harus sudah siap tampil ke Kejurnas pencak silat antar PPLP di Provinsi Aceh. “Program latihan sudah masuk pra kompetisi, untuk persiapan Kejurnas di Aceh pada bulan Juli mendatang, namun untuk tanggalnya belum ada kepastian,” jelas dia.

Pada kejurnas tersebut, PPLP Banten akan menurunkan delapan atletnya di delapan kelas. Ia berharap, dari kedelapan atlet tersebut akan memberikan prestasi yang lebih baik dari pada hasil kejurnas di tahun lalu. “Tahun lalu, Banten hanya membawa pulang satu medali perak dan satu medali perunggu. Semoga di Kejurnas tahun ini, prestasi Banten tidak turun, bahkan bisa lebih banyak lagi meraih medali,” harap Abah Amin.

Untuk lawan yang perlu diwaspadai di kejurnas tahun ini, yakni berasal dari zona Jawa dan Bali. Sementara untuk daerah lainnya, kemampuan para atletnya sudah hampir merata. “Lawan yang perlu diwaspadai dari daerah Jawa dan Bali. Namun, dari hasil program latihan yang sudah ditempuh, pesilat Banten sudah siap menghadapinya dan siap berprestasi di Serambi Mekkah,” tutupnya.

Diketahui, kedelapan atlet pencak silat PPLP Banten yakni M Bangkit Tri Wijaya, Faisal Akhdan Nafis, Irfan Maulana, Mardianto, Margianto, Suhada Bayu Aji, Taruna Arsa, dan Jamaludin. (brp/nda/ags)