Sidang Daring Dinilai Tidak Efektif

0
80
Suasana sidang daring di Aula Kejari Serang, Selasa (31/3). Persidangan dihari kedua ini dikeluhkan lantaran jaringan internet yang buruk.

SERANG – Persidangan dalam jaringan (daring) atau online dinilai tidak efektif. Penyebabnya, jaringan internet yang buruk dan keterbatasan fasilitas persidangan.

“Sidangnya enggak efektif. Saya lebih dari empat perkara yang ditunda, karena kita harus bergantian, karena sidang digelar harus satu per satu. Sinyalnya juga jelek karena tidak terdengar jelas,” kata salah satu jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Serang yang enggan disebut namanya.

JPU dan saksi terpaksa harus menunggu berjam-jam untuk memberikan keterangan. “Saya kasihan dengan saksi, karena dia nunggu lama. Makanya kalau masih memungkinkan, saya lebih baik menunda sidang dulu,” katanya.

JPU Kejari Serang lain menyatakan hal serupa. Buruknya koneksi internet membuat penggalian fakta persidangan terganggu. “Sinyal tadi sangat jelek. Kalau hari pertama kemarin tidak bermasalah seperti gini. Saya juga menunda sidang,” katanya.

Kasi Pidum Kejari Serang Yogi Wahyu Buana tidak menampik persidangan daring hari kedua terganggu. Penyebabnya, jaringan internet di ruangan yang digunakan kemarin terganggu. Sedangkan, ruangan sidang yang digunakan sebelumnya kurang representatif. “Memang sedikit ada masalah karena jaringan. Kalau kemarin kita pakai ruangan yang menggunakan jaringan internet LAN (local area network-red),” kata Yogi.

“Kalau tempat kemarin dianggapnya kita sidang tertutup. Besok kita pindahkan lagi di ruang kemarin,” tambah Yogi,

Terkait lamanya menunggu giliran sidang karena Kejari Serang kebagian satu IP Address. Persidangan akan lebih cepat apabila JPU mendapatkan akses beberapa IP Address.  “Kita cuma kebagian satu IP Addressnya. Ini mungkin karena terbatasnya peralatan untuk persidangan online. Saya harap kondisi ini dimaklumi karena kita sedang dalam upaya pencegahan virus corona,” kata Yogi. 

Pada hari kedua sidang daring ini sebanyak 81 terdakwa diagendakan diadili. Namun, tidak semuanya dapat diadili lantaran persidangan terganggu. “Kebanyakan narkoba dan pidana lain,” tutur Yogi. (mg05/nda/ags)