Sidang Gugatan Sengketa Pilgub Banten, Pengacara Beken Tempur di MK

0
716 views

SERANG – Hari ini, Mahkamah Konstitusi (MK) merampungkan pemeriksaan berkas permohonan perselisihan hasil pemilihan (PHP) Banten yang telah didaftarkan tim hukum pasangan calon (paslon) Rano-Embay. Kedua paslon pun sudah ancang-ancang menyiapkan pengacara yang akan bertarung di persidangan MK.

Sebagai pemohon, paslon Rano-Embay sudah menyiapkan 33 pengacara yang akan membelanya di sidang MK. Tidak mau kalah, paslon Wahidin-Andika sebagi pihak tergugat juga menyiapkan sejumlah pengacara sambil menunggu proses administrasi yang sedang berjalan di MK.

Dari kubu Rano-Embay, sejumlah pengacara kondang akan tampil di MK. Di antaranya Sirra Prayuna, Azis Pasaribu, Badrul Munir, serta pengacara dari DPP PDI Pejuangan sekelas Edison Panjaitan dan kawan-kawan.

Adapun nama beken di kubu Wahidin-Andika di antaranya Rudi Alfonso (pengacara DPP Partai Golkar), Robinson hingga Ramdan Alamsyah. Nama-nama lain juga akan segera bergabung dari partai pengusung dan pendukung paslon Wahidin-Andika.

Juru bicara tim hukum Rano-Embay, Badrul Munir mengatakan, 33 advokat yang disiapkan membela Rano-Embay di MK, hampir semuanya merupakan tim pengacara capres-cawapres Jokowi-JK yang profesional dan sudah berpengalaman saat sengketa Pilpres 2014. “Sembilan puluh persen pengacara Rano-Embay merupakan tim pengacara Jokowi-JK saat Pilpres 2014 lalu,” kata Munir kepada Radar Banten, Senin (6/3).

Munir menuturkan, pengacara Rano-Embay yang akan dipimpin Sirra Prayuna terakhir memenangkan sengketa Pilkada Kabupaten Muna, Provinsi Sulawesi Tenggara yang berperkara di MK pada pilkada serentak 2015 lalu. “Tim hukum yang akan membela Rano-Embay telah berhasil membuktikan paslon yang dinyatakan kalah oleh KPU Kabupaten Muna, selanjutnya berbalik menang setelah dilakukan pemungutan suara ulang hingga dua kali,” jelasnya.

Saat Pilpres 2014, lanjut Munir, pihaknya yang tergabung dalam Koalisi Advokat untuk Demokrasi (KAUD) mendukung semua proses pembelaan untuk capres-cawapres Joko Widodo-Jusuf Kalla yang telah ditetapkan sebagai pemenang Pilpres 2014. “Jadi kami sangat optimistis bila bukti-bukti yang kami siapkan cukup kuat untuk disampaikan di persidangan MK, bahwa Pilkada Banten 2017 telah terjadi kecurangan dan pelanggaran,” tegas Munir.

Terpisah, Robinson, tim hukum Wahidin-Andika mengakui bila pengacara yang disiapkan paslon Rano-Embay merupakan tim pengacara yang berpengalaman. Kendati begitu, pihaknya juga sudah melakukan konsolidasi awal terkait persiapan menghadapi sengketa di MK. “Tentu saja kami juga siap, tapi sampai hari ini kami masih menunggu proses di MK. Berkas permohonan sengketa kan masih diperiksa. Jadi kami masih punya banyak waktu untuk menghadapi kemungkinan terburuk,” jelasnya.

Robinson menambahkan, tim pengacara Wahidin-Andika saat ini di bawah komando Rudi Alfonso. Bila sudah ada kepastian dari MK bahwa sengketa Pilkada Banten berlanjut ke persidangan, maka pengacara yang siap bertarung membela Wahidin-Andika akan bertambah. “Saat ini yang sudah disiapkan merupakan pengacara dari Partai Golkar, ke depan tentu akan ditambah pengacara dari lintas partai pendukung,” tegasnya.

Soal pengalaman, Robinson mengakui bila pengacara yang ada di dua kubu sudah terbiasa melakukan persidangan di MK. “Tapi kami tidak mau adu ketenaran, karena yang paling menentukan dalam sidang MK adalah alat bukti. Kami siap menghadapinya,” jelasnya.

Berdasarkan tahapan sengketa pilkada di MK, berkas permohonan sengketa diperiksa MK hingga 7 Maret. Kelengkapan berkas diberikan waktu perbaikan hingga 10 Maret 2017. Adapun salinan permohonan perkara disampaikan ke KPU Banten oleh MK paling lambat 14 Maret mendatang.

Sebelumnya, Tim Hukum paslon nomor 2, Rano-Embay telah mengajukan permohononan PHP pada Selasa (28/2). Gugatan PHP Rano-Embay telah dicatat dalam akta pengajuan permohonan pemohon Nomor 33/PAN.MK/2017. (Deni S/Radar Banten)