Sidang Sengketa Pilkada Tangsel Ditentukan Besok

Pilkada Tangsel 2015
Dok: Radar Banten

SERPONG – Sidang sengketa Pilkada Tangsel akan ditentukan besok, Kamis (21/1/2016). Itu artinya, besok akan diketahui apakah gugatan pasangan calon (paslon) nomor satu, Ikhsan Modjo-Li Claudia dan paslon nomor dua, Arsid-Elvier terhadap Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Tangsel diterima atau ditolak.

Pengacara KPUD Tangsel, Mustolih Siradj menambahkan, kepastiannya sekira pukul 16.00 WIB sesuai jadwal persidangan Mahkamah Konstitusi. Agenda proses dismissal atau proses penolakan. “Rencananya, Majelis Hakim MK akan membacakan putusan gugatan sengketa Pilkada Tangsel,” ujarnya, Selasa (19/1/2016).

Dilanjutkannya, Majelis Hakim sudah memutuskan untuk aspek formil tidak terpenuhi baik syarat waktu, selisih suara dan lain-lain. Sudah langsung dinyatakan gugur. Sambung Mustolih, salah satu jawaban (eksepsi) yang diajukan pihaknya terkait legal standing paslon satu dan pasangan calon dua tidak terpenuhi. “Karena terganjal  pasal 158 ayat 2 UU nomor 8 tahun 2015 tentang pilkada,” ucapnya.

Ditambahkannya, selisih suara paslon satu dan dua dengan peraih suara terbanyak terlalu jauh. “Dalam UU Pilkada hanya memberi ruang 0,5 persen.” Kami akan tetap menunggu putusan majelis hakim MK, apa putusannya diterima atau ditolak,” jelasnya.

Disinggung apakah langkah yang dilakukan, apabila Majelis Hakim MK mengabulkan permohonan gugatan paslon satu dan dua? Mustolih menyatakan pihaknya juga sudah menyiapkan data dan berkas-berkas yang akan dibeberkan di persidangan. “Tentu ada langkah-langkah kita, tapi saya belum mau berkomentar banyak dulu,” singkatnya.

Sementara, salah satu anggota komisioner KPU Tangsel, Badrussalam saat dikonfirmasi melalui pesan singkat tak kunjung membalas terkait perkembangan kasus gugatan di MK.

Dikutip dari Jawapos.com, Mahkamah Konstitusi (MK) kembali memutuskan sebanyak 26 sengketa Pilkada Serentak pada 9 Desember 2015.

Juru Bicara MK, Fajar Laksono mengatakan putusan dismissal merupakan pengucapan putusan yang menyatakan lolos tidaknya perkara permohonan selanjutnya, akan dibacakan melalui sidang pleno sembilan majelis hakim konstitusi.

“Hari ini dan besok tidak ada agenda sidang pleno terbuka. Agenda hakim konstitusi hari ini adalah Rapat Permusyawaratan Hakim (RPH) tertutup untuk mengambil putusan atas perkara yang belum diputus, yang putusannya akan diucapkan dalam sidang pleno terbuka untuk umum mulai Kamis (21/1/2016) mendatang,” terang dia kepada JawaPos.com, Selasa (19/1/2016).

Adapun ke-26 daerah tersebut adalah Kabupaten Ogan Ilir yang diajukan pasangan Helmi Yahya-Muchendi-Mahzareki, Malang (Dewanti Rumpoko-Masrifah Hadi), Barru (Malkan Amin-A. Salahuddin Rum), Halmahera Utara (Kasman Ahmad-imanuel Lalonto), Halmahera Barat (James Uang-Adlan Badi), Ponorogo (Sugiri Sancoko-Sukirno), Pangkajene Kepulauan (Abd. Rahman Assagaf-Kamarussamad), Halmahera Barat (M.Syukur Mandar-Benny Andhika Ama).
Lalu sesi kedua, Humbang Hasundutan (Palbet Siboro-Hendri Sihombing), Humbang Hasundutan (Harry Marbun-Momento Nizon M Sihombing), Labuhanbatu (Togar Panusunan Siregar-Erik Adtrada Ritonga), Labuhanbatu Selatan (Usman-Arwi Winata), Nias (Faigi’asa Bawamenewi-Bezatulo Gulo), Nias Selatan (Idealisman Dachi-Siotaraizokho Gaho), Nias Utara (Edward Zega-Yostinus Hulu), dan Samosir (Raun Sitanggang-Pardamean Gultom).
Sesi terakhir, Tangerang Selatan (Ikhsan Modjo-Li Claudia Chandra), Bengkulu (Sultan B, Najamudin-Mujiono), Bandarlampung (Tobroni Harun-Komarunizar), Lebong (Kopli Ansori-Erlan Joniy, Tanggerang Selatan (Arsid-Elvier Ariadiannie Soedarto Putri), Rejang Lebong (Fatrolazi-Nurul Khairiyah), Pandeglang (Aap Aptadi-Dodo Djuanda), Batanghari (Sinwan-Arzanil), Bungo (Sudirman Zaini-Andriansyah), dan Cianjur (Suronto-Aldwin Rahadian). (RB/mg-25/asp)