Simpan Sabu, Ibu Rumah Tangga Dituntut 12 Tahun

0
671 views

SERANG – Yeni Chaerani Manoe (39) dituntut pidana penjara selama 12 tahun oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Serang dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Serang, Kamis (26/12). Ibu rumah tangga (IRT) asal Pondok Cilegon Indah (PCI), Kota Cilegon tersebut dinilai telah terbukti memiliki narkoba jenis sabu-sabu sebanyak 13 gram lebih.

“Berupa pidana penjara selama 12 tahun dikurangkan selama terdakwa berada di dalam tahanan dengan perintah terdakwa tetap berada di dalam tahanan,” kata JPU Kejari Serang Eko Setiawan saat membacakan amar tuntutan.

Yeni juga diganjar pidana tambahan berupa denda sebesar Rp1 miliar subsider 6 bulan. Perbuatan Yeni dinilai JPU telah memenuhi unsur dalam Pasal 112 ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. “Sebagaimana dalam dakwaan subsider,” kata Eko dihadapan Ketua Majelis Hakim Ade Sumitra Hadi Surya.

Eko mengungkapkan, dalam surat tuntutannya, kasus kepemilikan narkoba tersebut bermula saat Yeni memesan sabu kepada Dillah (penuntutan terpisah) pada Jumat (15/3). Sabtu (16/3) Yeni kembali menghubungi Dillah untuk menanyakan sabu yang dipesan. Dia lalu diarahkan Dillah untuk pergi ke Baros, Kabupaten Serang. “Oleh Dillah terdakwa Diarahkan ke SMA Baros lewat jembatan sebelah kiri dibawah pohon besar ada bungkus kopi kapal api,” kata Eko.

Setelah tiba di lokasi, Yeni mengambil bungkusan kopi tersebut. Bungkusan tersebut kemudian dia bawa pulang dan disimpan di dalam tas. Minggu (17/3) sekira pukul 13.00 WIB temannya Kiki menelepon dan mengajak untuk mengonsumsi sabu di Hotel Sukma. Ajakan tersebut
diterima Yeni. Senin (18/3) sekira pukul 04.30 WIB, Yeni meninggalkan hotel dan pulang ke rumah. Sekira pukul 16.00 WIB, sejumlah personel kepolisian dari Ditresnarkoba Polda Banten mendatangi kediaman Yeni.

Polisi kemudian melakukan penangkapan terhadap Yeni. Saat dilakukan penggeledahan di dalam rumah, polisi mendapatkan barang bukti berupa 1 (satu) bungkus plastik klip bening yang didalamnya sabu dengan berat 13,2874 gram. “Dan enam buah buah pipa kaca diduga bekas dipakai,” kata Eko.

Kepada polisi, Yeni mengaku memiliki barang tersebut dari Dillah. Dari keterangan tersebut, polisi kemudian melakukan penangkapan terhadap Dillah. Atas surat tuntutan tersebut Yeni berencana mengajukan pembelaan. “Diberikan waktu selama satu minggu bagi terdakwa untuk menyiapkan pembelaan,” tutur Ketua Majelis Hakim Ade Sumitra Hadi Surya saat menutup sidang. (Fahmi Sa’i)